ASN Jabar Ikhlas Gaji Dipotong untuk Perangi COVID-19, Asal....
INILAH, Bandung, - Rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memangkas gaji Gubernur, Wakil Gubernur, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Jawa Barat mendapat apresiasi dari sejumlah ASN Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung, - Rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memangkas gaji Gubernur, Wakil Gubernur, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Jawa Barat mendapat apresiasi dari sejumlah ASN Jabar.
Sejumlah ASN Jabar yang dikonfirmasi redaksi inilahkoran, mananggapi positif dengan rencana pemotongan gaji untuk perangi COVID-19. Namun, mereka masih menunggu ketentuan dan aturan atas rencana tersebut.
“Saya baru tahu informasi itu dari media sosial dan pemberitaan di media mainstream. Jika benar rencana itu, saya ikhlas dipotong. Asal pemotongannya proporsional dengan status kepegawaiannya. Untuk kebaikan bersama saya ikhlas dengan pemotongan ini,” tutur salah seorang ASN Jabar yang identitasnya enggan disebut.
Senada dengan pegawai lainnya yang mengaku tidak bisa membantu secara langsung dalam aksi perangi COVID-19. “Saya tidak secara langsung terlibat dalam upaya memerangai COVID-19 seperti para perawat di rumah sakit. Setidaknya kami bisa berbuat dengan menyisihkan sebagian rezeki kami. Mudah-mudahan pandemi ini segera selesai. Hingga kami bisa mengabdi secara maksimal lagi,”paparnya.
Mereka mengungkapkan, hingga saat ini regulasi pemotongan tersebut belum disosialisasikan kepada ASN secara formal.”Kami masih menuggu regulasinya seperti apa,”tegasnya.
Diketahui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan memangkas gaji Gubernur, Wakil Gubernur, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Jawa Barat.
Pernyataan itu diungkapkan Emil sapaan akrab Ridwan Kamil dalam akun instagramnya @ridwankamil yang diunggah pada Senin (30/3). Pemotongan gaji tersebut sebagai upaya untuk mengurangi beban masyarakat dan percepatan penanggulangan penyebaran virus COVID-19.
Emil juga menghimbau kepada kelompok masyarakat lainnya yang memiliki keluangan harta (sedekah,zakat, infaq dll) untuk bersama-sama menyumbang kepada perjuangan mealawan virus CIVID-19, dan menolong masyarakat yang tidak mampu melalui kesetiakawan sosial.
Dalam unggahannya, Emil juga menuliskan pihaknya saat ini sedang menyiapkan kampanye sosial “Two in One” atau 1 keluarga mampu mengurus dua keluarga tidak mampu selama pandemi COVID-19.
Editor : tantan

