Asyiknya Berburu Spot Instagrammable di Obyek Wisata Hutan Pinus Karacak Valley

Kondisi geofrafis , dan topografi bergunung-gunung sarat hutan, dan kebun dengan sebagian dataran rendah di pesisir selatan membuat Kabupaten Garut memiliki banyak obyek wisata berbasiskan alam. Sejumlah lokasi bahkan laiknya surga tersembunyi lengkap dengan air terjun, dan aliran sungai nan jernih.

Asyiknya Berburu Spot Instagrammable di Obyek Wisata Hutan Pinus Karacak Valley
(Foto: Zainulmukhtar)

INILAH, Garut- Kondisi geofrafis , dan topografi bergunung-gunung sarat hutan, dan kebun dengan sebagian dataran rendah di pesisir selatan membuat Kabupaten Garut memiliki banyak obyek wisata berbasiskan alam. Sejumlah lokasi bahkan laiknya surga tersembunyi lengkap dengan air terjun, dan aliran sungai nan jernih.

Tak heran obyek wisata di Garut memunyai banyak spot instagramable, titik-titik lokasi yang pantas diabadikan, dan dibagikan ke khalayak melalui sosial media semisal instagram, facebook, dan lainnya dalam bentuk foto maupun video. Laiknya kawasan berburu bagi penggila selfie.

Salah satu lokasi laik dituju sebagai tempat berekreasi menikmati keindahan panorama berikut kesejukan suasana, dan kejernihan udara, sekaligus ajang berburu foto, dan video di Kabupaten Garut yakni obyek wisata hutan pinus Karacak Valley di kaki Gunung Karacak Kelurahan Sukanegla Kecamatan Garut Kota.

“Siapapun yang ke Karacak Valley takkan menyesal, bahkan bisa ketagihan. Saya juga mendadak sembuh, dan kuat berjalan-jalan. Padahal di rumah, saya tak bisa banyak jalan-jalan karena sakit pinggul lama. Namun begitu di Karacak Valley, sakit saya rasanya mendadak sembuh,” kata Nurtanti (37) pengunjung warga Tarogong Kidul, Jum’at (27/9/2019).

Dia menyebutkan, berada di Karacak Valley serasa tak di tengah hutan melainkan taman dengan aneka tanaman tertata rapih, dan asri.

Lokasinya sangat dekat pusat kota Garut membuat Karacak Valley mudah ditempuh. Dari perempatan Sukadana (Jalan Ciledug-Jalan arah Singaparna Tasikmalaya-Jalan Bharatayudha-Jalan Pasundan) berbelok ke jalan Margawati. Dari sana terus lurus hingga kantor Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Domba dan Kambing (BPPTDK) Margawati Pemprov Jabar. Selanjutnya belok kiri menuju lokasi menempuh jalan tanah sejauh sekitar 400 meter.

Lokasi bisa ditempuh dengan berjalan kaki, menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Di pertigaan jalan Margawati juga tersedia kendaraan ojek yang siap mengantar ke lokasi.

Kendati akses jalan tersebut masih berupa tanah berdebu dengan bebatuan berukuran cukup besar di sejumlah titik, lokasi Karacak Valley terlihat jelas menyambut siapapun datang berkunjung. Perburuan foto, dan video selfie instagramable pun sudah bisa dimulai. Bahkan perburuan sebenarnya bisa dimulai sejak sepanjang perjalanan pertigaan Margawati yang menanjak.

Obyek Wisata Karacak Valley sendiri berada di tengah hutan pinus, dan perkebunan kopi Perhutani. Dari seluas 92 hektare kawasan Perhutani tersebut, seluas 10 hektare dijadikan kawasan wisata Karacak Valley dikelola kerjasama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jaya Mandiri.

Di sana, selain hijaunya hutan, dan kebun kopi, pengunjung dapat menikmati indahnya aliran kali dengan airnya yang jernih, serta bermain di bawah cucuran air terjun Curug Kembar berketinggian tiga meter, dan Curug Ngebul berketinggian sembilan meter disemarakkan suara beragam fauna terutama burung beraneka jenis. Terkadang pengunjung dapat pula melihat monyet bergelantungan dari satu pohon ke pohon lain.

Melengkapi kebutuhan pengunjung, di Karacak Valley, tersedia juga tiga lokasi area perkemahan, saung rasuk, empat unit warung jajanan, tiga unit mushola, enam unit tempat mandi cuci kakus (MCK), dan spot puncak Dogar.

“Sebenarnya di sini ada tiga curug (air terjun), hanya yang satu Curug Cirilawis belum bisa dimanfaatkan karena airnya masih sepenuhnya digunakan sebagai sumber air bersih bagi penduduk,” kata Pengelola Karacak Valley Ena Sumpena alias Aki (52) didampingi Ketua LMDH Jaya Mandiri Sidin.

Harga tiket masuk Karacak Valley terbilang murah, hanya sebesar Rp10.000 per pengunjung biasa. Sedangkan bagi yang hendak berkemah ditarik tarif sebesar Rp15.000 per orang.

Panitia juga menyediakan sejumlah peralatan kebutuhan berkemah, mulai tenda berbagai ukuran hingga genset untuk kebutuhan listrik.

Guna menjaga keasrian, dan kebersihan lingkungannya, pengelola mempekerjakan lima petugas khusus kebersihan.(zainulmukhtar)


Editor : Bsafaat