Atasi Limbah Industri, BUMD Kab Bandung Bangun IPAL Terpadu di 4 Titik

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Bandung, PT Citra Bangun Selaras (CBS) akan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpadu di empat titik. Tujuannya, mengatasi limbah industri.

NILAH,Bandung- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Bandung, PT Citra Bangun Selaras (CBS) akan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpadu di empat titik. Tujuannya, mengatasi limbah industri.

Untuk mewujudkan rencana tersebut,  PT CBS melakukan penandatanganan kerjasama pembangunan IPAL Terpadu dengan BUMN PT. Adhi Karya di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Selasa (1/10/2019).

Direktur Utama PT CBS Aditya Yudhistira mengatakan MoU ini dilakukan berdasarkan fisibility study (FS) sehingga masih bersifat umum. Setelah MoU ini pihaknya akan menggelar Forum Discusion Group (FGD) dengan beberapa stakeholder untuk menyerap data dan informasi yang akan dituangkan dalam perjanjian kerjasama (PKS).

"Hasil dari studi sementara itu empat (IPAL) yang akan dibangun. Pertama kita revitalisasi atau bangun baru (IPAL) Cisirung,  kemudian ada dua di Majalaya karena sebaran (pabrik yang luas) dan ke empat di Rancaekek,"  kata Aditya.

Dikatakan Aditya, pihaknya belum bisa menentukan nilai investasi karena pihaknya masih menunggu fisibility study yang lebih konprehensif dari pihak Adhi Karya. Sementara PT CBS akan berkonsentrasi pada pengadaan tanah di empat lokasi tersebut.

"Untuk kebutuhan lahan per IPAL Terpadu satu titik itu sekitar dua sampai tiga hektar tidak terlalu besar. Berdasarkan draf perencanaan yang kami buat pembangunan IPAL Terpadu ini ditargetkan beroperasi di Desember 2020," ujarnya.

Menurutnya pembangunan IPAL Terpadu ini sangat penting mengingat Kabupaten Bandung selama ini disebut-sebut sebagai penyumbang limbah industri terbesar pada Sungai Citarum.

Selain itu, dibangunnya IPAL Terpadu ini sebagai bentuk pengawasan terhadap perusahaan industri. Agar limbah yang dibuang lebih terkontrol dan sesuai dengan baku mutu. 

"Sebagai BUMD kami tidak hanya memikirkan soal profit bisnis saja, tapi kami juga harus memikirkan kebermanfaatan untuk masyarakat luas juga," ujarnya. 

Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang M Naser berharap pembangunan IPAL terpadu ini bisa menjadi solusi yang ampuh dalam mengatasi persoalan limbah industri di Sungai Citarum. 

"Sebelumnya kami sudah membuat DED di Majalaya harus ada dua titik. Kami juga siapkan di Rancaekek, kami sudah belanja lahan seluas kurang lebih 2 hektar untuk mengolah limbah dari Sumedang,"  kata Dadang.

Selain itu kata Dadang,  IPAL Terpadu ini juga akan dibangun di Cisirung Kecamatan Dayeuhkolot. Menurutnya berdasarkan pendapat ahli lingkungan keberadaan IPAL Tetpadu Cisirung ini harus dipindahkan karena kerap tergenang banjir. 

"Saat musim banjir, IPAL Terpadu Cisirung malah tidak berfungsi karena luapan air masuk ke olahan. Solusinya harus dipindah, dipindah ke sekitar 200 meter dari IPAL eksisting ke lokasi yang banjir," ujarnya.

Lahan tersebut merupakan lahan milik salah satu perusahaan yang sudah siap dibebaskan. Namun bupati meminta agar harga tanah tersebut tidak terlalu mahal dan sesuai dengan NJOP.

Sedangkan untuk di Majalaya dan Rancaekek sendiri pihaknya melalui PT CBS akan melakukan belanja lahan. Namun untuk di Majalaya, sementara akan dibuat satu IPAL terlebih dahulu. 

"Karakter perusahaan di Bandung di sekitar Majalaya ada yang memiliki IPAL modern, ada yang memiliki IPAL dan ada juga yang punya IPAL bohongan, bahkan ada yang sama sekali tidak punya IPAL. Ini harus dibina bersama-bersama, karena kita butuh industri, industri harus tetap hidup apalagi di kondisi seperti ini," katanya.

Dadang mengaku Pemkab Bandung sangat mengapresiasi rencana pembangunan IPAL Terpadu tersebut. Pemkab akan membantu memfasilitasi percepatan perizinan dan negosiasi kebutuhan lahan. 

"Kami akan merespon dan membantu memfasilitasi percepatan perizinannya, negosiasis lahan kami turun tangan dengan baik," katanya. (rd dani r nugraha).

 


Editor : Bsafaat