Atasi Ngantuk dengan Mudah, dr. Zaidul Akbar Bagikan Rahasia Push Up Setelah Dua Rakaat Shalat Tarawih
Dr. Zaidul Akbar menjelaskan manfaat push up setiap setelah dua rakaat shalat tarawih.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Praktisi kesehatan berbasis sunnah, dr. Zaidul Akbar, membagikan kebiasaan uniknya dalam menjaga kebugaran tubuh selama bulan Ramadhan.
Ia rutin melakukan push up setiap selesai mengerjakan dua rakaat shalat tarawih. Menurutnya, push up menjadi gerakan olahraga yang sangat baik setelah ibadah, khususnya untuk menjaga kesegaran tubuh.
Alasan push up Setelah tarawih
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, dr. Zaidul Akbar mengajak jemaah untuk melakukan push up setelah shalat tarawih agar tidak merasa mengantuk setelah berbuka puasa.
"Siapa suruh ngajak saya jadi imam tarawih? Jadi, kita mainkan jurusnya saja, daripada ngantuk karena kebanyakan karbohidrat dan minyak yang tidak sehat," tulis dr. Zaidul Akbar.
Ia menekankan bahwa terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat saat berbuka dapat menyebabkan kantuk saat shalat tarawih. Oleh karena itu, melakukan push up setelah dua rakaat shalat menjadi solusi untuk menyegarkan tubuh kembali.
bandar slot oyo288 mulia288 slot gacor slot thailand slot terbaru ovo88 https://lineslot88login.com/
Manfaat push up untuk Kebugaran Selama Ramadhan
push up membantu tubuh tetap aktif dengan menggerakkan seluruh otot dan menahan beban tubuh. Selain itu, gerakan ini dapat meningkatkan produksi glukosa yang bermanfaat untuk energi tubuh.
dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa push up dapat membantu meningkatkan toleransi glukosa dalam tubuh, sehingga tubuh lebih segar dan tidak mudah mengantuk saat beribadah.
"Shalatnya jadi seperti 'istirahat', tubuh segar kembali, dan jika setiap Muslim membiasakan gerakan seperti ini, maka toleransi glukosa dalam tubuh akan lebih baik," jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga pola makan agar tubuh tetap sehat. Menurutnya, banyak orang mengalami penumpukan kotoran dalam tubuh akibat mengonsumsi makanan dan minuman berlebihan, seperti makanan pedas atau minuman dingin.
dr. Zaidul Akbar mengingatkan bahwa seseorang harus bertanggung jawab terhadap makanan yang dikonsumsi. Menurutnya, makanan yang enak di lidah belum tentu sehat untuk tubuh.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar makanan yang dikonsumsi seimbang dengan aktivitas fisik agar tidak menjadi sampah dalam tubuh.
"Silakan makan enak, tapi harus bertanggung jawab. Jangan biarkan makanan hanya menumpuk sebagai kotoran dalam tubuh tanpa dibakar kembali," pesannya.
Editor : Bsafaat


