Athalia Ridwan Kamil Pakai Batik Karya Anak Sultan

Gaya busana Athalia Praratya kerap menjadi pusat perhatian. Istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini sering tampil modis dan terkesan percaya diri.

Athalia Ridwan Kamil Pakai Batik Karya Anak Sultan
Foto: INILAH/Dery Fitriadi Ginanjar

INILAH, Bandung – Gaya busana Athalia Praratya kerap menjadi pusat perhatian. Istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini sering tampil modis dan terkesan percaya diri.

Seperti pada penampilannya ketika  membuka Pelangi Nusantara 7 di Graha Manggala Siliwangi Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (27/11/2019). Athalia terlihat anggun mengenakan batik warna coklat, dipadukan kerudung dengan warna senada, namun sedikit gelap.

Athalia mengungkapkan, batik yang dikenakannya merupakan karya putri Sultan Keraton Cirebon. Dia begitu menyukai batik sentuhan orang sekelas Fatimah, putri Sultan Cirebon.

“Ini batik Teteh Putri, Namanya Fatimah. Putri Sultan Cirebon. Artinya kerajinan itu bisa disentuh siapa saja selama mau berkarya dan berusaha,” ujarnya.

Athalia mengakui, Jabar memiliki pekerjaan rumah dalam hal motif batik. Terlebih sejumlah kota kabupaten di Jabar sudah memiliki motif kekhasan sendiri.

“Dulu saya pernah mencari ikon Jabar, seperti kujang yang sebetuknya bisa dijadikan motif batik khas Jabar. Namun kami akan sangat terbuka menerima masukan daerah untuk menjadikan tema batik Jabar. Kalau saya sih berpikir tema kota kabupaten itu jadi tema seluruhnya untuk Jabar,” katanya.

Athalia pun akan mendorong masyarakat mengusulkan desain batik khas Jabar. “Nanti saya buka ke publik supaya ada yang mau mendesain batik Jabar. Mungkin disayembarakan,” katanya.

Athalia mengaku berbangga dengan perkembangan batik di Jabar. Meski bukan ruh warganya, tetapi batik di daerah berkembang luar biasa. Sekarang setiap kota kabupaten memiliki motif batik masing-masing, dengan kualitas yang baik, dan motifnya disesuaikan keunikan wilayah.

“Kita punya megamendung yang semua orang mengetahuinya, bahkan mendunia. Tapi di wilayah lain, seperti KBB punya motif Dayang Sumbi atau Tangkuban Parahu. Kita dorong dan dukung kearifan local ini,” tuturnya. (Dery Fitriadi Ginanjar)


Editor : DeryFG