Atraksi Food and Richment Singa Tarik Perhatian Pengunjung Taman Satwa Cikembulan Garut

Atrksi food and richment atau pemberian pakan terhadap satwa singa Afrika di Taman Satwa Cikembulan Garut selalu menyedot perhatian para pengunjung.

Atraksi Food and Richment Singa Tarik Perhatian Pengunjung Taman Satwa Cikembulan Garut
Selain menyaksikan bagaimana singa-singa muda bersusah payah membongkar potongan daging segar yang disimpan di dalam butiran kelapa muda, pengunjung bahkan berkesempatan memberikan pakan berupa potongan daging segar itu langsung ke singa yang ada di kandang. (zainulmukhtar)

INILAHKORAN, Garut - Atrksi food and richment atau pemberian pakan terhadap satwa singa Afrika di Taman Satwa Cikembulan Garut selalu menyedot perhatian para pengunjung.

Selain menyaksikan bagaimana singa-singa muda bersusah payah membongkar potongan daging segar yang disimpan di dalam butiran kelapa muda, pengunjung bahkan berkesempatan memberikan pakan berupa potongan daging segar itu langsung ke singa yang ada di kandang.

Jumlah singa di Taman Satwa Cikembulan sendiri mencapai sebanyak delapan ekor. Mereka ditempatkan terpisah di dua kandang.

Di kandang pertama bersebelahan dengan kandang beruang madu (Helarctos malayanus, ditempatkan empat ekor anak singa jantan muda berusia sekitar tiga tahun. Namun khusus seekor di antaranya dikurung dalam kandang dan baru dikeluarkan ke kandang exibit bergiliran dengan tiga singa lainnya untuk menghindari pertengkaran di antara mereka.

"Yang seekor ini selalu dibuli sama yang lainnya. Makanya tak pernah dibarengkan untuk ditampilkan ke pengunjung," kata Asisten Manajer Taman Satwa Cikembulan Willy Ariesta, Minggu 8 Januari 2023.

Di kandang sebelah kandang beruang madu itulah digelar atraksi food and richment di siang hari. Sebelumnya, pawang singa menggiring para singa ke kandang kurungan. Kemudian pawang meletakkan tiga butir kelapa muda yang telah diisi potongan daging segar di atas tanah.

Usai pawang keluar dan mengunci kandang dari luar, para singa yang sebelumnya berada di dalam kurungan dikeluarkan.
Sesaat kemudian, para singa memburu butiran kelapa dan berupaya membongkarnya demi mendapatkan potongan-potongan daging yang ada di dalamnya. Aksi lucu namun gagah dari singa-singa jantan mudah itulah yang menjadi hiburan mengasyikkan bagi para pengunjung.

Di kandang singa kedua yang berada beberapa puluh meter di arah timur, atraksi food and richment digelar secara berbeda. Di sana pengunjung berkesempatan memberikan pakan daging segar kepada singa langsung tanpa harus membuka kandang.

Caranya, setelah menjepit potongan daging disediakan pawang dengan menggunakan gunting berukuran panjang, pengunjung langsung menyodorkan potongan daging tersebut ke singa melalui celah pagar kandang. Hal itu dilakukan setelah singa dipastikan mendekat ke pagar kandang dengan dipancing pawang.

Singa bisa mendapatkan pakan dengan cara itu adalah sepasang singa jantan dan indukan. Sedangkan dua ekor singa jantan anak pertama dari pasangan singa tersebut yang kandangnya bersebelahan hanya bisa diberi pakan oleh pawang.
Atraksi food and richment di Taman Satwa Cikembulan digelar setiap Sabtu dan Minggu.

Selain pemberian pakan terhadap singa, pemberian pakan terhadap satwa buaya di sana juga tak kalah menariknya. Para pengunjung beramai-ramai menyaksikan dan mengabadikan dengan kamera handphone, bagaimana buaya dengan lincah dan ganas menyantap potongan daging ayam yang dilemparkan pawang.

Sekali-kali terdengar keterkejutan pengunjung melihat bagaimana buaya yang biasanya hanya diam justeru terlihat ganas dan mampu meloncat dari kubangan kolam untuk mendapatkan daging dari pawang.

Ada sejumlah hiburan lain ditawarkan Taman Satwa Cikembulan terhadap pengunjung selain menyaksikan atraksi food and richment terhadap singa dan menikmati berbagai arena permainan anak. Salah satunya foto gratis barang reptil, kelinci, dan burung.

Willy pun merasa bersyukur pangunjung Taman Satwa Cikembulan pada masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sekarang membeludak dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati kondisi cuaca yang sering mendung dan hujan menjadi kendala bagi kedatangan pengunjung maupun lamanya pengunjung menikmati suasana Taman Satwa Cikembulan.

Tercatat sejak 25 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023, Taman Satwa Cikembulan dikunjungi sekitar 15.000 pengunjung dari berbagai daerah. Puncak kunjungan terjadi pada 1 januari 2023 yang mencapai sebanyak 4.000 pengunjung.
Tiket masuk dipatok selama masa liburan panjang Nataru sebesar Rp35.000 per orang dewasa, dan Rp25.000 per anak.

"Namun mulai besok (Senin, 8/1/2022), tiketnya kembali normal. Dewasa Rp30.000 per orang, dan anak-anak Rp20.000 per orang," ujar willy.

Taman Satwa Cikembulan yang juga merupakan lembaga konservasi satwa langka yang berhasil menangkarkan singa afrika dan sejumlah satwa lainnya itu dibuka mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Saat ini, ada sebanyak 461 ekor populasi satwa di Taman Satwa Cikembulan. Termasuk seekor harimau benggala (Panthera tigris tigris) jantan berusia tiga tahun berbobot 200 kilogram yang didatangkan dari Maharani Zoo Lamongan pada 27 Desember 2022.*** (zainulmukhtar)


Editor : Doni Ramdhani