Khawatir Timpa Wisatawan, Ratusan Pohon Tua di Kawasan Cikole Lembang Diminta Dirobohkan

Keberadaan ratusan pohon tua dan keropos di kawasan Cikole Lembang, KBB dan sepanjang Jalan Tangkuban Parahu menjadi kekhawatiran berbagai pihak.

Khawatir Timpa Wisatawan, Ratusan Pohon Tua di Kawasan Cikole Lembang Diminta Dirobohkan
Pasalnya, ratusan pohon tua tersebut dinilai membahayakan dan rawan tumbang yang sewaktu-waktu bisa menimpa wisatawan atau pengguna jalan kawasan Cikole Lembang. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Keberadaan ratusan pohon tua dan keropos di kawasan Cikole Lembang, KBB dan sepanjang Jalan Tangkuban Parahu menjadi kekhawatiran berbagai pihak.

Pasalnya, ratusan pohon tua tersebut dinilai membahayakan dan rawan tumbang yang sewaktu-waktu bisa menimpa wisatawan atau pengguna jalan kawasan Cikole Lembang

"Untuk ratusan pohon tua yang akan dirobohkan itu kami sebelumnya sudah melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimcam Lembang, BPBD KBB, dan Perhutani beberapa waktu lalu," kata Wakil Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Harry Soediana kepada wartawan.

Kemudian, lanjut dia, berdasarkan hasil berita acaranya menyebutkan agar ratusan pohon tua yang rawan tumbang dirobohkan dan sudah ditindaklanjuti secara bertahap.

"Kita bersama cabang dinas kehutanan telah melakukan pengecekan bersama khususnya ke Hutan Lindung Cikole BKPH Lembang," jelasnya.

Ia menyebut, berdasarkan hasil inventarisasi terdapat sekitar 300 pohon yang harus dirobohkan karena kondisinya rawan tumbang. 

"Diantaranya pohon yang harus dirobohkan berada di pinggir Jalan Cikole Tangkuban Parahu ataupun di dalam kawasan wisata dan kebanyakan didominasi oleh pohon pinus dan pohon rimba," ujarnya.

Secara aturan, terang dia, pohon di hutan lindung tidak boleh ditebang, bahkan jika roboh pun tidak diperkenankan dimanfaatkan untuk apapun. 

Kendati begitu, apabila kondisi pohon tersebut rawan tumbang, tidak sehat, kering, atau berpenyakit yang bisa membahayakan. Maka bisa dirobohkan berdasarkan berita acara yang telah dibuat. 

"Pohon-pohon di sana usianya sudah diatas 30 tahun, yang dirobohkan kemudian diganti dengan penanaman pohon-pohon baru untuk peremajaan," terangnya.

Oleh karenanya, pihaknya selalu mengimbau agar pengelola wisata di KPH Bandung Utara yang totalnya ada sebanyak 42 titik, baik yang dikelola Perhutani, LMDH, dan pihak ketiga agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem. 

"Terlebih pada masa libur di akhir tahun lalu saat curah hujan tinggi dan disertai angin kencang yang khawatirnya ada pohon roboh," ujarnya.

Guna mengganti pohon yang roboh, sambung dia, sepanjang tahun 2022 pihaknya telah menanam pohon baru di total luas 53,63 hektare. 

"Pohon yang diganti di antaranya di wilayah Cikalongwetan dan Cipeundeuy, KBB, dengan tanaman Jati, Mahoni, dan Pinus," sebutnya. 

Terpisah Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD KBB, Amas menyebutkan, dalam rakor yang dilaksanakan pihaknya telah mengusulkan agar 50 meter dari badan jalan pohon yang rawan tumbang sebaiknya dirobohkan. 

Pasalnya, jelas dia, dalam beberapa kasus kejadian banyak pohon tumbang ke jalan sehingga berdampak kepada terjadi kemacetan atau menimpa pengguna jalan.

"Kami sudah berkoordinasi ke pihak Perhutani agar pohon tua dan keropos sebaiknya dirobohkan karena rawan tumbang kalau ada hujan disertai angin kencang," sebutnya

"Apalagi pohon yang dulunya sudah diambil getahnya lama-lama akhirnya keropos," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani