INILAH, Bogor - Pemkab Bogor menaikkan upah 14 ribu guru honorer mulai 2019. Besaran kenaikan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran.
Bupati Bogor Nurhayanti mengungkapkan, jajaran eksekutif di Bumi Tegar Beriman setuju menaikkan tunjangan kesejahteraan pegawai (kespeg) guru honor. Namun, dia tidak ingin umbar janji mengenai besarannya. Pasalnya, jika setiap guru honorer mendapat Rp1 juta per bulan, dianggap terlalu berat.
"Prinsipnya, Pemkab Bogor sangat menyetujui kenaikan tunjangan itu. Tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Bertahap lah," kata Nurhayanti, Minggu (2/12/2018).
Pada akhir masa jabatannya ini, Yanti pun terus berupaya agar kewenangan rekrutmen PNS dikembalikan ke daerah. Agar, para guru honor memiliki kesempatan lebih besar diangkat menjadi CPNS.
"Agar UU ASN direvisi. Rekrutmen dikembalikan ke daerah. Kewenangan tenaga kontrak juga begitu. Agar mereka punya kesempatan jadi pegawai tetap," katanya.
Nenek tiga cucu ini pun mengakui jika guru honor memegang peranan penting dalam keberlangsungan pendidikan di Bumi Tegar Beriman. Bagaimana tidak,
Pemkab Bogor kekurangan hampir 12 ribu guru PNS.
"Kebutuhan kita untuk guru sekitar 23 ribu. Yang ada sekarang cuma 11 ribuan. Berati kekurangan saat ini terbantu dengan tenaga honor. Makanya kita akan cari solusi supaya kesejahteraan mereka meningkat," katanya.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Eghi Gunadi Wibhawa pun semringah tunjangan guru honor bakal meningkat. Dia berharap setiap guru honor menerima upah setidaknya Rp1 juta per bulan.
"Tapi Ibu Bupati minta waktu mengumumkannya lain waktu. Kalau kami di DPRD mendorong supaya sama rata dulu Rp1 juta, tapi dengan kemampuan anggaran dan jumlah honorer yang sangat banyak, tentu akan sangat sulit," katanya.
Namun, Egi memastikan jika tidak ada lagi guru honorer yang menerima upah dibawah Rp500 ribu mulai tahun depan. "Kenaikan memang rasanya tidak akan signifikan. Tapi cukup terasa," katanya.
Jika ditotal, anggaran yang diajukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor mencapai lebih dari Rp150 miliar dalam RAPBD 2019 dan kini tengah dibahas Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bogor.
"Kami hanya mengusulkan. Yang memutuskan nanti TAPD dan Banggar. Tergantung kemampuan anggaran juga," ujar Kadisdik Kabupaten Bogor TB Luthfie Syam.
Dia menjelaskan, kenaikan kespeg merupakan hal yang wajar mengingat guru honor selama ini menerima upah tidak sebanding dengan beban kerja mereka.
Terlebih, guru honorer memegang peran penting dalam dunia pendidikan di Bumi Tegar Beriman, lantaran krisis tenaga pengajar di Kabupaten Bogor.
"Kalau tidak merekrut guru honorer, siapa yang mau ngajar di sekolah. Ini dilakukan agar anak-anak bebas dari kebodohan," katanya.