INILAH, Bogor- Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor mengungkapkan peningkatan drastis kasus kekerasan anak .
Ketua KPAID Kota Bogor, Dudih Syiaruddin mengatakan, tercatat ada 14 kasus kekerasan anak hingga bulan Februari ini.
Sebelumnya, di tahun 2017 ada sebanyak 30 kasus. Kemudian di tahun 2018 meningkat menjadi 46 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, 40 persen terjadi di kalangan remaja atau tingkat sekolah menengah.
"Ini harus jadi warning buat Pak Wali, karena tahun 2019 baru berjalan 40 hari saja sudah tercatat 14 kasus. Dari jumlah kasus yang ada, mayoritas terjadi di lingkungan pendidikan dan kami cukup kerepotan juga ketika permasalahan ini susah diurainya. Kami cukup sulit untuk berkoordinasi karena kasusnya sering terjadi di SMA, sementara kewenangan SMA ada di Provinsi Jawa Barat," ungkap Dudih pada Rabu (13/02/2019).
Dudih melanjutkan, berdasarkan laporan dari masyarakat, beragam tindak kekerasan dialami oleh anak mulai dari kekerasan fisik, kekerasan verbal, hingga kekerasan seksual.
"Kami berharap setiap kejadian yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak, kami bisa dilibatkan dan bersama-sama untuk menyelesaikan permasalahan ini," tegasnya.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Bogor Bima Arya meminta KPAID Kota Bogor untuk melakukan kajian dan pemetaan mengapa kasus tersebut bisa terjadi.
Kemudian, KPAID segera menguraikan di lingkungan mana kekerasan pada anak muncul.
"Setelah dilakukan pemetaan seperti itu, KPAID bisa segera melakukan koordinasi dan bersinergi dengan pemerintah. Kami pasti akan fokus pada fenomena ini," terang Bima.
Bima menekankan, jika persoalan SMA menjadi kendala karena kewenangan provinsi, itu tidak berpengaruh terhadap dirinya sebagai Wali Kota Bogor. Karena bisa melaporkan langsung pada dirinya, karena kasus tersebut terjadi di daerah yang merupakan tanggung jawabnya.
"Kemarin seperti kasus Noven saya panggil kepala sekolah SeKota Bogor. Intinya kedepan kami akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengurai persoalan kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kota Bogor ini," pungkasnya.