Awali dari Purwakarta, Kemendag Latih 1.000 Juru Timbang
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengapresiasi komitmen dan upaya Pemkab Purwakarta dalam pengembangan metrologi di wilayah ini. Pembentukan tim khusus yang bertugas untuk mengecek keakurasian alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapan (UTTP), salah satu yang menjadi tolok ukur penilaiannya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Purwakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengapresiasi komitmen dan upaya Pemkab Purwakarta dalam pengembangan metrologi di wilayah ini. Pembentukan tim khusus yang bertugas untuk mengecek keakurasian alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapan (UTTP), salah satu yang menjadi tolok ukur penilaiannya.
Direktur Metrologi Kemendag Rusmin Amin mengatakan, program dan inovasi yang sudah berjalan di Purwakarta bisa dijadikan parameter sebuah daerah agar menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Contohnya, berbicara daerah tertib ukur.
“Purwakarta menjadi salah satu daerah yang tertib ukur sesuai standar kementerian,” ujar Rusmin saat pembukaan pelatihan reparatir alat UTTP di perkantoran Pemkab Purwakarta, Senin (2/11/2020).
Rusmin menjelaskan, saat ini jajarannya terus mendorong supaya seluruh daerah bisa menyamakan persepsi terkait tertib ukur ini. Sehingga, kedepan bisa terwujud timbangan yang pas. Ini, kata dia, merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, minimal untuk menekan kecurangan timbangan.
Rusmin menuturkan, secara global di Indonesia terdapat 15 ribu pasar. Ke depan, pihaknya menargetkan di setiap pasar ada satu juru timbang atau reparatir. Untuk sementara, dalam waktu dekat ini baru terbentuk 1.000 tenaga juru timbang.
“Saat ini, kami sedang melakukan pelatihan secara nasional kepada para honorer di setiap pasar untuk dijadikan reparatir atau juru timbang. Kegiatan ini kita mulai dari Purwakarta, untuk selanjutnya digelar di daerah lain. Target kami, dalam waktu dekat ini sudah ada 1.000 juru timbang,” jelas dia.
Dia berharap, pengembangan kompetensi juru timbang dan repatir ini bisa menjadi bagian dari upaya peningkatan tata kelola menejemen pasar. Tentunya, dalam hal peningkatan tertib ukuran. Sehingga, dengan ukuran yang pas bisa meminimalisasi kerugian konsumen.
“Target kami, ke depan terwujud Satu Nusa Satu Ukuran. Jadi, ke depan satu kilogram gula di pasar Purwakarta, ukurannya sama dengan yang di pasar Jayapura Papua,” tambah dia.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyambut baik apresiasi Kemendag tersebut. Menurutnya, memang sudah menjadi komitmen jajarannya untuk melakukan inovasi sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen.
“Banyak sekali manfaat dengan adanya tera alat ukur dan timbangan ini. Salah satunya, sebagai perlindungan konsumen,” ujar Anne.
Anne menjelaskan, Pemkab Purwakarta pada awal 2020 lalu telah membentuk relawan yang didominasi pasukan ‘Emak-emak’.‘Ceu Eti’ atau kepanjangan dari Cek Ukuran Akurasi Timbangan, begitulah pasukan khusus UTTP ini diberi nama.
Untuk perannya sendiri, kata dia, pasukan Ceu Ati ini bertugas mensosialisasikan serta memberikan pemahaman kepada masyarakat yang akan berbelanja, termasuk kepada para pedagang di pasar. Tak hanya itu, merek pun terus mengkampanyekan pentingnya timbangan yang pas.
“Relawan ini, disebar ke seluruh pasar di Purwakarta,” jelas dia.
Adapun juru tera yang saat ini mengikuti pelatihan, jumlahnya sekitar 32 orang. Mereka, akan turut membantu peran Ceu Ati untuk menerapkan tertib ukur kepada masyarakat. Dia menegaskan, kendati UPTD Metrologi legal di wilayahnya baru seumur jagung, pihaknya akan berupaya supaya Purwakarta menjadi daerah yang tertib ukur. (Asep Mulyana)
Editor : Doni Ramdhani


