Awas Antiklimaks, Liverpool!
Untuk kedua kalinya secara beruntun, Liverpool melaju ke final Liga Champions. Kali ini, mereka enggan gagal lagi!
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Merseyside- Untuk kedua kalinya secara beruntun, Liverpool melaju ke final Liga Champions. Kali ini, mereka enggan gagal lagi!
Liverpool melakoni sebuah drama menegangkan ketika menghadapi Barcelona di semifinal. Mereka tertinggal 0-3 dalam leg pertama di markas Los Azulgrana, Anfield Stadium.
Tapi keajaiban datang saat Liverpool giliran jadi tuan rumah di Anfield. Mereka menang 4-0 dengan Giorgio Wijnaldum dan Divock Origi sama-sama menyumbangkan dua gol.
Ini jadi kali kedua Liverpool melaju ke partai puncak. Ya, musim lalu mereka juga menjejak final tapi takluk 1-3 melawan Real Madrid.
Liverpool bisa jadi dibayang-bayangi ketakutan akan sebuah antiklimaks. Tapi bisa jadi pula, kegagalan tahun lalu melecut semangat mereka untuk bisa menjadi juara.
"Saya rasa pengalaman di final tahun lalu akan sedikit membantu kami. Tapi jika Anda melihat kedua tim tersisa, maka mereka semua adalah lawan-lawan hebat," ujar bek
Liverpool, Virgil van Dijk dilansir situs resmi klub.
"Kami akan mencoba sebisa kami untuk menjuarainya. Tapi ini final dan kami tahu apapun bisa terjadi. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," sambungnya.
Liverpool akan melakoni duel sesama tim Inggris melawan Tottenham Hotspur. Sama seperti Liverpool, Hotspur berhasil melaju ke final secara dramatis.
Hotspur menang 3-2 melawan tuan rumah Ajax Amsterdam pada leg kedua dan lolos dengan aturan gol tandang 3-3.
Musim Ajaib
Sementara itu tanpa pemain baru, Hotspur mampu bersaing di empat besar Liga Inggris dan mencapai final Liga Champions. Tottenham menatap sebuah musim yang ajaib.
Tidak bisa dipungkiri bahwa sukses Tottenham ini di luar dugaan. Pasalnya the Lilywhites tidak merekrut pemain baru di dua jendela transfer, bahkan kehilangan bombernya Harry Kane sejak awal bulan lalu.
Tottenham juga hampir pasti mengamankan posisi empat besar di Liga Inggris. Meski sempat menderita tujuh kekalahan dari 11 laga terakhirnya, Spurs duduk manis di posisi empat klasemen dengan keunggulan tiga poin dari rival terdekatnya Arsenal ketika kompetisi tinggal menyisakan satu pertandingan.
"Saya pikir ini adalah salah satu malam terpenting dalam hidup saya. Bagaimana pertandingannya berakhir, segala hal yang sudah terjadi, di babak pertama, bagaimana kami berencana untuk bermain, bagaimana rencananya gagal setelah tiga menit ketika kami kebobolan gol, dan saya pikir segalanya menakjubkan," kata manajer Tottenham
Mauricio Pochettino usai pertandingan di FourFourTwo.
"Hal terpenting yang ingin saya katakan adalah selamat untuk para pemain saya. Bagi saya mereka adalah pahlawan, saya pikir mereka sekarang adalah para pahlawan super.
Bisa mengantarkan klub ke final Liga Champions, saya pikir ini nyaris seperti sebuah keajaiban," cetus dia.
Pochettino yakin, timnya punya peluang besar untuk merajai Liga Champions meskipun harus meladeni Liverpool.
"Tidak ada yang percaya dengan kami dari awal musim ini. Kami hampir mencapai empat besar dan punya peluang di Madrid untuk bermain di final melawan Liverpool," pungkasnya. (bsf)
Editor : Bsafaat

