Awas Penuaan Dini! Kualitas Tidur Buruk Bikin Otak Tampak Lebih Tua dari Sebenarnya
Peneliti menyatakan bahayanya kurang tidur yang berdampak pada penurunan kualitas otak
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - kurang tidur ternyata tidak sekadar membuat tubuh terasa lelah dan lemas. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kualitas tidur yang buruk secara konsisten dapat menyebabkan penuaan dini pada otak, membuat organ vital ini tampak lebih tua dibanding usia biologis sebenarnya.
Dilansir dari The Conversation, sStudi yang melibatkan lebih dari 27.000 orang dewasa berusia 40–70 tahun di Inggris ini menganalisis hubungan antara pola tidur harian dan hasil pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) otak.
Hasilnya mengejutkan: orang dengan kualitas tidur yang buruk rata-rata memiliki usia otak hampir satu tahun lebih tua daripada usia mereka yang sesungguhnya.
Dalam penelitian tersebut, para ahli menggunakan bantuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menilai usia otak melalui analisis lebih dari 1.000 indikator MRI, termasuk penyusutan jaringan, penipisan lapisan otak, hingga tanda-tanda kerusakan pembuluh darah.
Perlu diwaspadai, kondisi usia otak yang lebih tua berikatan erat dengan penurunan daya ingat, peningkatan risiko demensia, hingga risiko kematian dini.
Kebiasaan Tidur yang Berdampak pada Otak
Peneliti mengevaluasi lima indikator kebiasaan tidur para peserta, yaitu:
Chronotype (tipe pembalas dendam malam vs. yang bangun lebih awal),
- Durasi tidur harian,
- Riwayat insomnia,
- Kebiasaan mendengkur, dan
- Rasa kantuk berlebih di siang hari.
Hasil studi menunjukkan bahwa setiap penurunan satu poin dalam skor kualitas tidur berkontribusi pada penambahan usia otak sekitar enam bulan. Orang dengan pola tidur terburuk tercatat mengalami proses penuaan otak yang paling pesat.
Dari kelima variabel tersebut, dua faktor yang paling mendominasi penuaan otak adalah sering tidur terlalu larut serta durasi tidur yang tidak ideal (terlalu sedikit maupun terlalu banyak).
Mengapa Kurang Tidur Merusak Otak?
Peneliti menemukan bahwa peradangan (inflammation) dalam tubuh memegang peranan penting. Sekitar 10 persen hubungan antara kurang tidur dan penuaan otak terbukti dipengaruhi oleh tingginya tingkat peradangan.
Selain itu, kurang tidur disinyalir mengganggu sistem pembersih alami otak (glymphatic system) yang seharusnya bekerja optimal saat kita lelap. Akibatnya, zat-zat sisa metabolisme yang semestinya dibuang justru menumpuk dan perlahan merusak sel-sel otak.
Cara Memperbaiki Kualitas Tidur
Kabar baiknya, kondisi ini bukanlah tanpa solusi. Kualitas tidur dapat diperbaiki dengan menerapkan kebiasaan tidur yang sehat (sleep hygiene). Para peneliti menyarankan beberapa langkah praktis berikut:
- Konsisten tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.
- Batasi atau kurangi konsumsi kafein dan alkohol, terutama menjelang malam.
- Hindari penggunaan gawai (screen time) sebelum tidur.
- Kondisikan kamar tidur agar tetap gelap, sejuk, dan tenang.
Editor : Ahmad Sayuti
