Aya-aya Wae... Robert Alberts 'Dijual' di Toko Online, Imbas Performa Buruk Persib Bandung
Ada-ada saja kritik yang ditujukan untuk Pelatih Persib Bandung Robert Alberts. Namanya dijual oleh dua akun lapak online di marketplace.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Ada-ada saja kritik yang ditujukan fans sepakbola terhadap klub kesayangan mereka. Seperti, kritik untuk Pelatih Persib Bandung Robert Alberts. Ini unik!
Persib Bandung gagal memuaskan para bobotoh menyusul empat hasil imbang secara beruntun di ajang BRI Liga 1 2021. Terakhir, Persib bermain seri tanpa gol menghadapi PSM Makassar di Stadion Wibawa Mukti, Sabtu 2 Oktober lalu.
Tak pelak, Persib pun 'diserang' bobotoh. Ada yang menghujat via media sosial, ada pula segelintir oknum yang mengadang bus yang ditumpangi para penggawa Maung Bandung. Nah, kritik yang satu ini rasanya paling unik.
Baca Juga: Ambyar....Persib Tak Bergigi, Tak Termotivasi
Di marketplace ternama, Shopee, ada dua lapak penjual online yang menjajakan nama Robert Alberts. Akun tersebut membanderol Robert Alberts dengan harga Rp1.933. Tentu, ini bukan jualan serius melainkan kritik yang ditujukan untuk Pelatih asal Belanda tersebut.
"DIJUAL PELATIH PERSIB.... MINUS SERI 4 KALI dan MINIM TAKTIK," tulis lapak dengan akun Vertueshippingco.ltd.
Lalu, lapak dengan akun tomytrianggoro33 menulis, "Dijual Pelatih Persib Bandung, Minus 4x seri dan miskin taktik."
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penilaian ataupun komentar dari para pengunjung Shoppe untuk dua postingan tersebut.
Baca Juga: Klok-Rashid Absen, Saatnya Gelandang-gelandang Lokal Milik Persib Unjuk Gigi!
Sebelumnya diberitakan, Robert Alberts sendiri mengaku masih optimistis bisa membenahi Persib Bandung jelang putaran kedua BRI Liga 1 2021 bergulir. Dia yakin, Persib bakal tampil lebih baik dan memenangi banyak pertandingan.
Baca Juga: Persib Skuat Mewah Taktik Rendah, Gaji Tinggi Miskin Strategi
"Kami memiliki 12 hari dan kami akan berlatih dengan keras untuk membenahi kekurangan ini. Kami sudah memainkan pola yang sama, bermain dengan baik di beberapa area lapangan. Tapi kami masih mudah kehilangan bola secara cuma-cuma dan itu berdampak pada penyerangan. Itu adalah hasil dari analisa kami dan kami sudah tahu apa yang harus dilakukan dalam masa persiapan selama 12 hari jelang seri kedua," katanya.***
Editor : inilahkoran


