Azwar Anas : Rp 22 Miliar Dana Bansos 'Lari' Ke Judol Adalah Cermin Kegagalan

Sebanyak 5.497 jiwa penerima dana bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten Bogor menyalahgunakan bantuan untuk bermain judi online (Judol).

Azwar Anas : Rp 22 Miliar Dana Bansos 'Lari' Ke Judol Adalah Cermin Kegagalan

INILAHKORAN, Bogor - Sebanyak 5.497 jiwa penerima dana bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bogor menyalahgunakan bantuan untuk bermain judi online (Judol).

Di semester pertama Tahun 2025, data Kementerian Sosial. Total Rp 22 miliar, dana Bansos yang 'lari' ke Judol.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Azwar Anas menuturkan, penyalahgunaan dana Bansos sebesar Rp22 miliar oleh penerima untuk bermain Judol mencerminkan kegagalan di tiga titik penting: desain program, pengawasan dan edukasi penerima bantuan.

Ia menyarankan, harus ada data filter atau seleksi penerima  Bansos yang terkadang tidak akurat atau kurang diperbarui/update, sehingga ada penerima yang secara mental atau perilaku tidak siap memanfaatkan dana secara produktif.

"Terjadinya penyalahgunaan dana Bansos karena tidak adanya pembatasan penggunaan, lalu dana Bansos dalam bentuk uang tunai murni sering rentan disalahgunakan jika tidak dibarengi pembinaan atau pendampingan," tutur Azwar Anas kepada wartawan, Minggu, 10 Agustus 2025.

Azwar Anas memenerangkan, bahwa tekanan sosial maupun ekonomi yang dialami penerima, merasa dana Bansos tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kadang tergoda mencari “cara cepat” yang berisiko.

"Oleh karena itu, sangar perlu diadakan program-program yang bisa mendukung kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat, seperti pelatihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)," terangnya.

Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Bogor itu menambahkan,  harus ada regulasi yang memungkinkan penindakan cepat bagi penyalahgunaan bansos, selain jiga penguatan pendampingan.

"Penerima dana Bansos perlu diberikan edukasi keuangan dasar, dan jika ada penyalahgunaan maka harus diberikan sanksi tegas serta bagi yang kecanduan, maka perlu direhabilitasi," tambahnya.

Ia pun mendesak, Pemkab bogor dalam hal ini Dinas Sosial, harus membuat analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats atau (SWOT) serta peta jalan untuk mencari solusi taktis agar pemerintah punya strategi konkret menutup celah kasus seperti ini di masa depan. (Reza Zurifwan)


Editor : Ahmad Sayuti