Bakesbangpol Kota Bandung Dorong Toleransi dan Kerukunan Umat
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus mendorong terwujudnya sikap toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Sebagai Kota Metropolitan yang dihuni banyak suku, ras, budaya dan agama, upaya tersebut dianggap perlu terus dilakukan agar sikap toleransi di Kota Bandung terus terpupuk.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung,- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus mendorong terwujudnya sikap toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Sebagai Kota Metropolitan yang dihuni banyak suku, ras, budaya dan agama, upaya tersebut dianggap perlu terus dilakukan agar sikap toleransi di Kota Bandung terus terpupuk.
Hal tersebut kembali menjadi topik utama yang terus digaungkan dalam kegiatan Evaluasi Pembinaan Kampung Toleransi dan Pendataan Tempat Ibadah di Kota Bandung tahun 2019, beberapa waktu lalu.
Dalam kegiatan tersebut, disamping seruan untuk terus menjaga sikap toleransi, kegiatan juga sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap munculnya potensi-potensi konflik di Kota Bandung.
Kepala Bakesbangpol Kota Bandung, Ferdi Ligaswara mengungkapkan, rapat Evaluasi Pembinaan Kampung Toleransi dan Bimtek Pendtaan Rumah Ibadah merupakan bagian dari kegiatan rutin Bakesbangpol Kota Bandung.
Menurut Ferdi, kegiatan ini bukan hanya semata-mata bagian daru tupoksi Bakesbangpol Kota Bandung, tetapi juga amanat konstitusi yang mengamanatkan setiap orang memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan dengan tidak ada kecualinya.
"Hal ini tentunya juga berlaku dalam sudut pandang agama. Di mana, semua orang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Kalaupun ada yang membedakan hanyalah pada tingkat keimanan dan ketakwaan dan itu hanya terlihat dalam pandangan Tuhan," ungkap Ferdi.
Karenanya lanjut Ferdi, tidak ada alasan bagi setiap orang, kelompok atau institusi untuk mendiskriminasikan atau membedakan perlakuan dan penghormatan terhadap orang lain."Setiap orang memiliki hak yang sama. Karenanya sebagai konsukensinya, pemerintah, masyarakat dan dunia usaha wajib menciptakan sistem kehidupan yang saling menghargai dan menghormati. Karena manusia adalah makluk sosial yang saling bergantung dan saling membutuhkan antara satu dengan lainnya," tandas Ferdi.
Lebih lanjut Ferdi menuturkan, sebagai cerminan sikap toleransi beragama di Kota Bandung adalah lahirnya lima kampung toleransi dan akan terus dikembangkan di seluruh kelurahan di Kota Bandung.
Karenanya pembinaan kampung toleransi begitu penting dalam konteks memperkokoh miniatur kehidupan berbangsa dan bernegara, maupun dalam menjaga keberlangsungkan kehidupan yang dilandas sikap persaudaraan.
"Intinya, toleransi dalam kehidupan beragama merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.
Karena Kota Bandung merupakan Kota Metropolitan dengan karakteristik multi etnis dan kepercayaan. Maka Bakesbangpol akan terus mendorong Kota Bandung sebagai rumah bersama, di mana setiap perbedaan mendapat tempat untuk tumbuh dan berkembang," tandas Ferdi. (ghi)
Editor : Ghiok Riswoto

