Bandingkan Peta Lokasi Kebakaran di Pacific Palisades yang Disebut Mirip dengan Gaza, TGB: Mari Ambil Pelajaran!
TGB menyoroti bagaimana Gaza hancur akibat konflik berkepanjangan selama 15 bulan, sementara Los Angeles luluh lantak hanya dalam hitungan jam akibat kebakaran hebat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Los Angeles, Amerika Serikat, dilanda kebakaran besar yang meluluhlantakkan kota sejak Selasa 7 Januari 2025 lalu.
Kobaran api yang sulit dikendalikan telah menghancurkan puluhan ribu bangunan, termasuk landmark ikonik, menjadikan kota ini porak-poranda.
Dalam waktu singkat, api meluas hingga lebih dari 36 ribu hektare, mengubah Los Angeles menjadi kota yang hampir tidak dikenali.
Salah satu area pertama yang terdampak parah adalah Distrik Pacific Palisades. Kawasan ini, yang sebelumnya dikenal dengan bangunan megah dan fasilitas publiknya, kini berubah total. Hampir seluruh bangunan di area tersebut hangus dilalap api tanpa tersisa.
Kerusakan parah yang dialami Los Angeles membuat banyak pihak membandingkannya dengan kondisi Gaza, Palestina.
Perbandingan ini juga diungkapkan oleh politisi Indonesia, Tuan Guru Bajang (TGB), melalui akun Instagram pribadinya.
TGB menyoroti bagaimana Gaza hancur akibat konflik berkepanjangan selama 15 bulan, sementara Los Angeles luluh lantak hanya dalam hitungan jam akibat kebakaran hebat.
"Foto atas :
Gaza setelah 15 bulan genosida
Foto bawah :
Los Angeles setelah beberapa jam kebakaran.
Untuk Gaza kita doakan perjuangan bangsa Palestina berbuah kemerdekaan.
Untuk Los Angeles semoga bencana juga dapat segera teratasi.
Selebihnya, mari mengambil pelajaran!," tulisnya.
Api menyebar dengan cepat karena angin Santa Ana yang bertiup dengan kecepatan hingga 160 km/jam.
Angin ini tidak hanya memperbesar kobaran api tetapi juga mendorongnya masuk ke pemukiman, memperluas area terdampak.
Para ahli juga menyebutkan bahwa rendahnya curah hujan di Los Angeles turut memperburuk situasi. Minimnya kelembapan udara menciptakan "bahan bakar alami" yang mempercepat penyebaran api.
Editor : Firda Rachmawati
