Bandung Barat Genjot SDM Juru Sembelih Halal, Bidik Status Kabupaten Halal 2026
Pemkab Bandung Barat melaksanakan pelatihan juru sembelih halal untuk menjadi kabupaten halal
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat tengah berupaya memperkuat ekosistem industri halal dengan menggencarkan pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha).
Upaya tersebut dilakukan sebagai jawaban atas amanat undang-undang sekaligus menangkap peluang ekonomi besar yang belum tergarap maksimal, mengingat Bandung Barat merupakan salah satu sentra peternakan utama di Jawa Barat.
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail mengatakan, keberadaan tenaga penyembelihan yang kompeten bukan sekadar formalitas, melainkan kunci jaminan kehalalan produk daging yang dikonsumsi jutaan umat.
Menurutnya, kolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat menjadi langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan syariat, standar higienitas, dan potensi ekonomi.
“Kita tidak boleh hanya menjadi konsumen produk halal. Dengan SDM yang siap, Bandung Barat harus bertransformasi menjadi pusat produsen dan rujukan halal," kata Asep usai kegiatan, Senin (18/5/2026).
"Nilai ekonomi industri halal global mencapai triliunan dolar, dan kita harus mengambil bagian dari peluang itu,” sambungnya.
Asep mengakui, hingga kini Pemkab baru memiliki 6 juru sembelih bersertifikat aktif di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik pemerintah, padahal permintaan pasar sangat tinggi.
Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) serta DPD Juleha Kabupaten Bandung Barat, sebenarnya ada 130 orang yang telah mengikuti pelatihan intensif (dauroh) penyembelihan hewan. Namun, jumlah Juleha yang mengantongi sertifikat kompetensi masih sangat terbatas.
Pihaknya berkomitmen tidak hanya melatih, namun juga memfasilitasi penyerapan tenaga kerja. Melalui sinergi antardinas, pemerintah akan menyusun basis data Juleha bersertifikat dan menghubungkannya langsung dengan pelaku usaha. Pemerintah daerah juga bakal mewajibkan RPH dan tempat kuliner untuk menggunakan tenaga kerja yang telah tersertifikasi.
“Kami ingin Juleha Bandung Barat dikenal kompeten, berintegritas, dan mampu mengadopsi teknologi untuk ketelusuran produk," ujarnya.
"Langkah awal ini harus menjadi gerakan bersama, agar mimpi menjadikan Bandung Barat sebagai Kabupaten Halal bisa segera terwujud,” ucapnya.
Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Aprianti mengungkapka, pihaknya sudah memfasilitasi ujian praktik untuk uji kompetensi Juru Sembelih Halal sejak tahun 2023, termasuk pelatihan yang didukung oleh BI.
Kegiatan yang berlangsung pada 18 hingga 20 Mei 2026 ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Kabupaten Karawang, Bandung, Purwakarta, Subang, Kota Bogor, hingga Kota Bekasi.
“Juleha merupakan garda terdepan jaminan kehalalan. Di setiap hulu rantai makanan, peran mereka sangat krusial. Satu kesalahan kecil bisa merusak kepercayaan publik terhadap produk yang diedarkan,” kata Wiwin.***
Editor : Ahmad Sayuti
