Bandung Kejar Kota Lebih Rapi, Penataan Kabel Udara Dipercepat hingga 85 Ruas Jalan
Pemkot Bandung mempercepat penertiban kabel udara hingga 85 ruas jalan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkot Bandung terus mempercepat program penataan kabel udara di sejumlah ruas jalan.
Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 15 ruas jalan telah ditangani sebagai bagian dari target besar penyelesaian penataan jaringan utilitas kabel udara di 85 ruas jalan hingga akhir tahun.
Program itu, dilakukan menciptakan tata kota yang lebih rapi sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan ruang publik. Penataan kabel udara, menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengurangi kesemrawutan jaringan kabel yang berada di atas jalan.
Kepala Diskominfo Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie mengatakan, proses penataan terus berjalan sesuai rencana. Pada Juli 2026, jumlah ruas jalan yang akan ditangani ditargetkan bertambah menjadi 27 ruas.
"Hingga pertengahan Juli ini, pengendalian kabel udara telah dilakukan di 15 ruas jalan. Pada Juli ini, jumlah ruas jalan yang ditangani akan bertambah menjadi 27 ruas jalan," kata Henryco Arie Sapiie, Selasa (14/7/2026).
Dia menyampaikan, pemerintah optimistis target penyelesaian 85 ruas jalan dapat tercapai sebelum akhir tahun. Meski target resmi diberikan hingga penghujung 2026, pihaknya berupaya mempercepat pekerjaan agar seluruh proses dapat selesai lebih awal.
"Insya Allah selesai sebelum akhir tahun. Target yang diberikan oleh pak wali adalah akhir tahun, tetapi kami berusaha semaksimal mungkin agar seluruh pekerjaan bisa diselesaikan sebelum batas waktu tersebut," ucapnya.
Dalam pelaksanaan penataan, pekerjaan tidak hanya berfokus pada pemindahan kabel udara ke jaringan bawah tanah. Pemerintah juga melakukan perbaikan terhadap infrastruktur pendukung, termasuk bekas galian yang mengalami penurunan akibat kondisi tanah.
"Termasuk perbaikan-perbaikan galian. Karena ada struktur galian yang akibat kontur tanah mengalami penurunan, maka itu harus segera diperbaiki," ujar dia.
Memastikan kualitas pekerjaan dan keamanan jaringan, Diskominfo bersama PT BI melakukan pemeriksaan lapangan setiap hari. Pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi manhole, dan jalur utilitas agar tetap berfungsi dengan baik dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat.
"Kami bersama PT BI melakukan pemeriksaan setiap hari. Apabila ada galian manhole yang turun, akan segera kami perbaiki," tuturnya.
Henryco memastikan, hingga saat ini tidak terdapat kendala besar dalam pelaksanaan program tersebut. Hambatan yang ditemukan, masih sebatas persoalan teknis yang dapat diselesaikan di lapangan.
"Tahun ini targetnya 85 ruas jalan. Sejauh ini tidak ada kendala yang signifikan, mungkin hanya kendala teknis saja," ujar dia.
Selain mengejar target penataan fisik, pihaknya juga memastikan layanan masyarakat tetap berjalan selama proses pengerjaan. Apabila terjadi gangguan jaringan, mekanisme cadangan telah disiapkan menjaga layanan penting tetap aktif.
"Apabila ada jaringan yang terputus, maka yang menjadi prioritas adalah layanan perbankan, kesehatan, pendidikan, kependudukan dan TNI dan Polri. Jika terjadi gangguan, kami akan melakukan backup sehingga tidak terjadi putus layanan kepada masyarakat," jelasnya.
Terkait masih adanya beberapa operator yang belum menyelesaikan penataan jaringan, Diskominfo tetap melakukan pengawasan sesuai aturan yang berlaku. Pemerintah memastikan aspek regulasi tetap dikawal agar target penataan kabel udara dapat tercapai.
"Sampai saat ini memang masih ada beberapa operator, tetapi pengendalian tetap kami lakukan. Yang kami kawal adalah regulasinya. Untuk urusan business to business (B2B), silakan langsung dengan PT BI," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

