Pemkot Bandung Baru Selesaikan 13 dari 39 Jaringan Kabel Udara

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat, baru 13 dari 39 jaringan kabel udara yang masuk dalam target penertiban telah siap dipindahkan ke sistem bawah tanah.

Pemkot Bandung Baru Selesaikan 13 dari 39 Jaringan Kabel Udara
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat, baru 13 dari 39 jaringan kabel udara yang masuk dalam target penertiban telah siap dipindahkan ke sistem bawah tanah.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat, baru 13 dari 39 jaringan kabel udara yang masuk dalam target penertiban telah siap dipindahkan ke sistem bawah tanah. Kondisi itu, menjadi tantangan tersendiri dalam proses migrasi infrastruktur telekomunikasi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, proses penataan kabel udara tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena menyangkut kesiapan sistem cadangan jaringan yang digunakan berbagai layanan publik.

“Dari total 39 jaringan yang kita targetkan, baru 13 yang siap. Sisanya masih dalam proses migrasi dan penyempurnaan sistem backup,” kata Farhan, Selasa (2/6/2026).

Dia menjelaskan, keterlambatan kesiapan sebagian operator menjadi alasan utama sejumlah titik penertiban termasuk di kawasan Jalan Asia Afrika belum dapat dilakukan pemotongan kabel. Pihaknya, tetap mendorong percepatan penyelesaian agar penataan dapat segera tuntas.

Farhan menegaskan, penertiban kabel udara tetap menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki estetika kota dan menata infrastruktur telekomunikasi yang lebih rapi dan aman. Namun pihaknya mengingatkan, proses tersebut harus mempertimbangkan keberlangsungan layanan digital masyarakat.

“Kalau pemerintah siap menertibkan, yang kita kejar sekarang adalah kapan mereka siap. Jangan sampai dipotong tapi layanan publik terganggu,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini berbagai layanan publik sangat bergantung pada kestabilan jaringan internet mulai dari sektor perbankan, pendidikan hingga layanan administrasi pemerintahan. Karena itu, kesiapan sistem cadangan menjadi syarat utama sebelum pemotongan kabel dilakukan.

Dia juga mengungkapkan, evaluasi terakhir menunjukkan masih ada sejumlah jaringan yang belum sepenuhnya memiliki backup yang berfungsi optimal. Hal itu membuat pemerintah kota harus menunda terlebih dahulu eksekusi di beberapa titik.

“Saya tadinya mau langsung eksekusi. Tapi setelah dicek, backup nya belum 100 persen. Dampaknya bisa luas kalau sampai terjadi gangguan,” ujar dia.

Pihaknya kini meminta operator telekomunikasi, penyedia layanan internet dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) segera mempercepat penyelesaian migrasi dan memastikan kesiapan sistem cadangan.

Meski demikian, Farhan memastikan penertiban kabel udara tetap akan dilanjutkan di titik-titik yang sudah memenuhi syarat teknis. Ditegaskannya, tidak ada penundaan permanen dalam program tersebut.

“Begitu backup sudah siap dan aman, langsung kita potong. Tidak boleh ada jeda layanan,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana