Atasi Banjir, Kades Cipeundeuy Siapkan Mesin Pompa

Banjir bandang yang sempat menerjang wilayah Kabupaten Bandung Barat, Minggu (29/3/2020) sore kemarin mulai surut.

Atasi Banjir, Kades Cipeundeuy Siapkan Mesin Pompa
Asep Suhendar Kepala Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang. (agus sn)

INILAH, Ngamprah - Banjir bandang yang sempat menerjang wilayah Kabupaten Bandung Barat, Minggu (29/3/2020) sore kemarin mulai surut.

Data laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB menyebut, 203 rumah warga di Kecamatan Padalarang nyaris tenggelam.

"Enam desa yang terdampak yaitu, Margajaya, Cipendeuy, Laksanamekar, Jayamekar, Cimareme, dan Kertajaya," papar Kepala Pelaksana BPBD KBB Duddy Prabowo melalui rilis yang diterima INILAH.

Dari enam desa itu, sebut Duddy Prabowo, setidaknya sebanyak 177 rumah dari 175 kepala keluarga (KK) atau 732 jiwa terdampak, tiga rumah rusak berat juga merendam satu masjid dan empat musala.

"Kecamatan Ngamprah di Desa Mekarsari sebanyak 26 rumah terendam dengan jumlah jiwa terdampak 33 kepala keluarga (KK) 102 jiwa," paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cipeundeuy, Asep Suhendar menuturkan, pihaknya segera mengagendakan merelokasi pembuangan air agar tidak membanjiri kembali pemukiman warganya. Selain itu, ia segera menyiapkan mesin pompa untuk menyedot genangan air tersebut.

"Insya Allah kita akan anggarkan untuk membeli mesin pompa. Namun kita akan melihat dulu anggaran agar bisa membeli mesin yang mampu menyedot air dengan kapasitas besar," tuturnya saat ditemui INILAH di Kantor Desa Cipeundeuy Kecamatan Padalarang, Senin (30/3/2020).

Asep mengaku, sementara ini warga secara swadaya membersihkan material lumpur yang terbawa banjir. Ke depan, pihaknya menunggu langkah dari Pemkab KBB untuk segera memberikan solusi penanganan banjir yang rutin terjadi.

"Sejak ada proyek KCIC di KBB ini, debit air yang mengalir ke Cipeundeuy pun menjadi lebih besar. Alhasil mengakibatkan banjir," ujarnya.

Asep menambahkan, pihaknya telah menyiapkan langkah jangka pendek dengan menyiapkan mesin pompa air. "Insya Allah kebutuhan untuk mengatasi banjir akan segera direalisasikan tahun ini," tandasnya. (agus sn)


Editor : suroprapanca