Unik, Menjaga Spirit Kemerdekaan Melalui Mural di Permukaan Jalan

Berbagai macam cara unik yang dilakukan masyarakat Kota Bandung dalam menyemarakkan HUT ke-75 RI. Satu di antaranya dengan cara menghias kampung dengan berbagai ornamen merah putih.

Unik, Menjaga Spirit Kemerdekaan Melalui Mural di Permukaan Jalan
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Berbagai macam cara unik yang dilakukan masyarakat Kota Bandung dalam menyemarakkan HUT ke-75 RI. Satu di antaranya dengan cara menghias kampung dengan berbagai ornamen merah putih.

Berbeda dari kampung-kampung lainnya, masyarakat RT 8/5 Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, memilih membuat seni mural yang dituangkan di atas Jalan Sentosa Asih IV.

Berbagai macam gambar pun tampak menghiasi jalanan tersebut yang disulap seolah-olah menjadi sebuah kanvas besar. Diantaranya, gambar bunga, ikan, unicorn, hingga buaya.

Ketua RT 8 Maman Suherman menjelaskan, ide awal membuat mural diatas jalan merupakan bentuk semangat kemerdekaan dari warganya ditengah pandemi Covid-19. Pasalnya, tahun ini Pemerintah Kota Bandung sudah melarang kegiatan yang bersifat euforia pada HUT RI tahun ini.

"Ya ini sebagai bentuk spirit kemerdekaan saja yang dituangkan dalam sebuah karya seni mural di jalan. Kan sekarang lomba ga boleh," ucap Maman saat ditemui di kediamannya.

Selain itu, mural sepanjang 140 meter dengan lebar 4 meter itu dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat sekitar. Puluhan warga pun terlibat dalam proses pembuatan mural tersebut.

"Ini semua dikerjakan warga, ada 156 warga tapi yang ikut kepala keluarganya aja, ada 25 orang lah," ujar Maman.

Bahkan, lanjut Maman, dari segi pengadaan cat sebagai bahan baku, merupakan hasil swadaya warga setempat. Total, mural jalan tersebut menghabiskan 350 kilogram cat.

"Dananya juga swadaya dari masyarakat semua. Habis cat ampir 350 kiloan lebih," ungkap Maman.

Ditemui di tempat yang sama, pembuat sketsa gambar Roynaldi (48) mengungkapkan proses pembuatan sketsa gambar dilakukannya dalam satu hari satu malam. Sebanyak, 5 boks kapur pun habis untuk menggambar diatas jalan sepanjang 140 meter tersebut.

Lebih lanjut, Achoy menuturkan, tidak sedikit warga yang meminta dibuatkan gambar khusus di depan rumahnya. Namun, mayoritas adalah gambar yang dibuatkan olehnya.

"Sehari semalam sketsanya mah, kapur habis 5 boks. Tapi ada yang request juga gambarnya dari warga," ungkap Roy yang juga warga setempat.

Disinggung kendala dalam proses pembuatan mural, Roy menambahkan kesulitannya adalah banyaknya orang atau kendaraan yang melewati jalan tersebut saat proses pengerjaan.

"Kendala palingan orang atau kendaraan yang lalu lalang, soalnya ini kan dijalan buat muralnya. Selebihnya tidak ada kesulitan," pungkas Roy. (Ridwan Abdul Malik)


Editor : Doni Ramdhani