'Kupat for Covid' Paket Sarapan Gratis untuk warga Isoman Banjaran 

Berbagi kebaikan dengan membagikan kupat tahu kepada warga Banjaran yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) menjadi aktivitas tambahan bagi Amzad Haidar (27), pemilik kedai angkringan di Jalan Babakan Statsion Desa Banjaran Kulon Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung. 

'Kupat for Covid' Paket Sarapan Gratis untuk warga Isoman Banjaran 
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - berbagi kebaikan dengan membagikan kupat tahu kepada warga Banjaran yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) menjadi aktivitas tambahan bagi Amzad Haidar (27), pemilik kedai angkringan di Jalan Babakan Statsion Desa Banjaran Kulon Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung. 

Melalui program "Kupat for Covid" dia bersama para pengemudi ojek online lokal Banjaran Expres, setiap pagi ia membagikan sarapan gratis berupa kupat tahu, buah-buahan segar, dan susu kepada warga yang tengah isoman.

Amzad mengatakan, kegiatan membagikan "Kupat for Covid" ini telah dilakoninya sejak empat pekan lalu. Sejak empat pekan itu, sekitar tiga ratus paket sarapan telah dibagikan Amzad bersama relawan Pemuda Expres Banjaran itu. Tak hanya untuk warga yang tengah isoman, Amzad juga menggratiskan kupat tahu dagangannya setiap hari Jumat.

"Dari pertama sampai sekarang, untuk paket isoman ada sekitar 300an yang sudah saya bagikan. Kalau kupat tahu gratis, setiap Jumat itu rata-rata sekitar 100 porsi. Itu saya bagikan untuk yang datang kesini dan ada juga yang diantar oleh jasa ojek online," kata Amzad saat ditemui di kedai angkringan miliknya di Banjaran Senin (9/8/2021).

Dikatakan Amzad, ide awal membagikan paket Kupat for Covid ini, saat salah seorang temannya membeli kupat tahu dagangannya dalam jumlah banyak. Kemudian  ia diminta untuk membagi-bagikan kepada warga yang tengah isoman karena tertapar virus corona. Kemudian ia meminta bantuan jasa ojek online Pemuda Expres untuk mengantarkan Kupat for Covid ke rumah-rumah warga yang tengah isoman itu.

"Kemudian saya kemas dan diberi nama "Kupat for Covid". Kemudian saya umumkan melalui pamflet digital di media sosial Istagram. Selain diumumkan di Istagram, saya juga mintq data pasien isoman dari Puskesmas. Warga yang lagi isoman silakan menghubungi kontak Whatapps denga mencantumkan poto surat keterangan positif terpapar virus corona. Berapa paket pun akan kami kirim setiap pagi sampai sembuh," ujarnya.

Amzad tak menyangka jika aksi kepedulian ia dan kawannya yang berhati mulia itu mendapatkan tanggapan positif dari berbagai pihak. Termasuk teman-temannya yang lainpun banyak yang menitipkan sebagian rejekinya kepadanya untuk dibagikan kepada warga yang tengah menjalani isoman. Selain membagikan kupat tahu untuk warga Banjaran yang tengah isoman, ia juga membagikan beras kepada warga yang membutuhkan.

"Alhamdulilah banyak yang mendukung dan turut berdonasi kegiatan saya dan kawan-kawan ini. Berkahnya, saya jadi banyak teman dari berbagai kalangan. Dan mengajak saya untuk bekerjasama untuk berbuat kebaikan kepada sesama," kata alumnus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Jurusan Perfilman itu.

Amzad melanjutkan, aksi membagikan paket isoman Kupa for Covid ini, akan terus dilaksanakan hingga pandemi virus corona ini usai. Bahkan ia bercita-cita,gerakan ini tak hanya untuk warga Banjaran saja, melainkan diperluas untuk menjangkau warga yang tengah isoman di Kabupaten dan Kota Bandung. Ia berpikir, ditengah pandemi virus corona yang entah sampai kapan ini, banyak warga yang membutuhkan uluran tangan dari sesamanya.

"Rencana kedepan atau keinginan saya sih bisa menjangkau semua orang yang membutuhkan bantuan. Saya yakin masih banyak orang yang membutuhkan bantuan kita," ujarnya.

Amzad menceritakan, sudah setahun terakhir ini ia berdagang di tempat itu. Sebelumnya, ia bekerja sebagai pekerja seni disebuah industri perfilman di Jakarta. Namun, karena pandemi virus corona tak kunjung usai, warga Ciluncat Banjaran itu enggan kembali ke Jakarta. Ia memilih membuka usaha sendiri di Jalan Babakan Statsion Banjaran. Di kedai miliknya itu, ia menjual kupat tahu, susu murni, kopi, gorengan dan lainnya. Harga kupat tahu yang dijualnya pun cukup murah hanya Rp 6000 per porsinya. Setiap hari ia berdagang dari pagi sampai malam. (Dani R Nugraha)


Editor : Doni Ramdhani