Bandung Zoo Ditargetkan Dibuka Pekan Depan
Terlepas dari konflik yang tengah terjadi, Bandung Zoo ditargetkan dibuka kembali pada pekan depan, seiring setelah dilepasnya garis polisi atau police line, usai bentrokan yang terjadi pada Agustus 2025 lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Terlepas dari konflik yang tengah terjadi, Bandung Zoo ditargetkan dibuka kembali pada pekan depan, seiring setelah dilepasnya garis polisi atau police line, usai bentrokan yang terjadi pada Agustus 2025 lalu.
Humas Bandung Zoo Sulhan Syafi'i menuturkan, saat ini pihaknya di bawah manajemen Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) tengah melakukan persiapan sebelum dibuka. Sulhan mengatakan, banyak hal yang diperbaiki pasca-bentrokan pada Agustus 2025 lalu.
"Semoga dalam tiga hari (ke depan) kita bisa buka. Pekan depan. Banyak pertanyaan kapan buka," ujar Sulhan usai diskusi yang digagas Indonesia Politics Research & Consulting (IPRC), bertajuk Tata Kelola Kebun Binatang, Mau Dibawa Kemana? yang digelar di Anatomi Coffee, Kota Bandung, Kamis 16 Oktober 2025.
Sebab dengan dibukanya kembali Bandung Zoo kata dia, turut menyelamatkan nasib 139 pekerja dan 710 satwa yang ada di sana. Selain menghindari kerugian materi, buntut dari penutupan Bandung Zoo.
"Jangan lupa, Bandung Zoo itu menjadi pusat penelitian riset berbagai pihak," ucapnya.
Soal konflik kepemilikan lahan, Sulhan mengklaim berdasarkan keputusan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Bandung Zoo telah menjadi milik YMT.
"Cuma kita belum menaikkan statusnya menjadi sertifikat. Tapi Kehutanan (Kemenhut) sudah menyatakan ini milik kalian (YMT)," ujarnya.
Direktur Eksekutif IPRC M Indra Purnama mengatakan, Pemerintah Kota Bandung harus turun tangan dalam menyelesaikan persoalan Bandung Zoo. Sengketa yang terjadi sekarang menurutnya, akibat adanya maladministrasi tata kelola manajemen di waktu dulu.
Berhubung saat ini telah memasuki ranah hukum, pihaknya berharap semua pihak dapat menahan diri hingga prosesnya selesai, sampai ada legal standing.
"Pada akhirnya, siapapun yang punya, tetap (menjadi) kebun binatang, ulah jadi nanaon," ucapnya.
Indra menegaskan, Bandung Zoo adalah milik masyarakat Bandung. Sehingga diharapkan ke depan pasca berakhirnya persoalan hukum, dapat dikelola dengan baik.
Saat ini paling penting menurutnya, Bandung Zoo harus dibuka karena banyak yang menjadi korban buntut ditutupnya operasional Bandung Zoo, akibat konflik yang terjadi.
"Masalah konflik, itu urusan nanti karena ada proses hukum yang berjalan. Operasional harus berjalan karena ada satwa dan karyawan di sana. Jangan ada ego, karena banyak hal dikorbankan. Bandung Zoo bukan sebatas tempat wisata, ada edukasi, konservasi bahkan ada sisi historis kebanggaan Bandung," ujarnya.
Praktisi Media Massa Noe Firman mengatakan, Bandung Zoo harus dikawal semua pihak sampai selesai, karena menyangkut kemaslahatan masyarakat Kota Bandung.
"Untuk menyikapi di tengah konflik, bonbin kudu jalan kumaha carana. Akses sudah dibuka, dalam operasional ada potensi konflik, bereskan," kata Noe.
Histori Bandung Zoo lanjut dia, harus dijaga. Jangan sampai Kota Bandung kehilangan media konservasi satwa.
"Ada juga selentingan konten di Bandung Zoo karena disitu ada binatang eksotik. Binturong. Itu memang diincar. Pemainnya ada. Kita sama-sama jaga dari hal-hal. Jangan sampai hilang. Jaga semaksimal mungkin. Udah masuk hukum tidak bisa apa-apa. Sambil menunggu, jaga yang udah ada," ujarnya.
Seperti diketahui, masalah Bandung Zoo terjadi akibat adanya dualisme pengelolaan antara YMT dan Taman Safari Indonesia. Konflik panjang terjadi, puncaknya terjadi bentrokan pada Agustus 2025 lalu, sampai akhirnya Bandung Zoo ditutup sementara.***
Editor : JakaPermana

