Bangun Generasi Pancawaluya, Cara Pemprov Jabar Cegah Anak Terpapar Judi Online

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menekankan pentingnya pembangunan pendidikan berbasis karakter Pancawaluya, dalam menghadapi ancaman judi online (judol) yang kian mengkhawatirkan generasi muda.

Bangun Generasi Pancawaluya, Cara Pemprov Jabar Cegah Anak Terpapar Judi Online

INILAHKORAN, Bandung – Pemerintah Provinsi jawa barat menekankan pentingnya pembangunan pendidikan berbasis karakter Pancawaluya, dalam menghadapi ancaman judi online (judol) yang kian mengkhawatirkan generasi muda.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jabar Herman Suryatman menuturkan, melalui Dinas Pendidikan telah diarahkan agar sekolah mengintegrasikan nilai-nilai Pancawaluya yakni cageur (sehat jiwa raga), bageur (welas asih), bener (taat aturan), pinter (berpengetahuan) dan tursinger (tanggap).

“Kalau anak-anak kita punya mental Pancawaluya, saya kira kemungkinan terpaparnya kan kecil. Karena sekarang tantangan kita bukan hanya offline, tapi juga online dan justru itu yang paling besar. Anak-anak terpapar dari smartphone yang notabene dalam sehari kan mereka pegang jauh lebih tinggi daripada pembinaan orang tua dan guru,” ujar Sekda Herman di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 15 September 2025.

Ia menekankan, meskipun sekolah, orang tua dan masyarakat turut berperan dalam pengawasan, faktor utama tetap pada ketahanan karakter anak itu sendiri.

“Yang paling utama adalah diri anak-anaknya itu sendiri. Makanya yang paling penting bagaimana membangun karakter anak-anak yang baik. Membangun SDM generasi muda yang berkarakter Pancawaluya,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa nilai Pancawaluya dapat menjadi benteng moral bagi generasi muda agar tidak mudah terjerumus dalam praktik judi online.

“Judi dilarang, ya jangan (dilakukan). Kalau anaknya cageur, bageur, bener, pinter, tursinger, Insya Allah tidak akan terpapar. Memang tidak mudah, tapi kan harus diikhtiarkan,” kata dia.

Dengan pendekatan ini, Pemprov Jabar berharap tercipta generasi muda yang tangguh secara mental, disiplin dan berintegritas, sekaligus mampu menghadapi tantangan era digital yang sarat risiko. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti