Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Kecamatan di Garut
Beberapa desa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut tertimpa bencana alam longsor, Sabtu 25 Desember 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut – Beberapa desa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut tertimpa bencana alam longsor dan banjir, Sabtu 25 Desember 2021.
Bencana alam longsor yang menimpa beberapa daerah di Garut tersebut terjadi dalam waktu bersamaan usai wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.
Dalam insiden bencana longsor dan banjir di Kabupaten Garut tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun sejumlah rumah warga serta fasilitas umum rusak dan terancam akibat bencana tersebut. Beberapa ruas jalan pun sempat tertimbun material longsor dan menyebabkan akses warga tertutup.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Cisewu, longsor menerjang Desa Nyalindung, Panggalih, dan Desa Cikarang.
Baca Juga: Diskominfo Garut Pasang CCTV di 13 Titik Pantau Mobilitas Warga
Menurut Camat Cisewu Heri, kejadian longsor di wilayahnya itu mengakibatkan arus lalu lintas di jalan provinsi sepanjang 200 meter sementara terputus. Sebanyak enam unit rumah warga mengalami kerusakan, dan satu unit jembatan gantung di Sungai Cilaki menghubungkan Kampung Pamalayan Desa Cikarang dengan Kampung Ciseureuh Desa Neglasari rusak.
”Jembatan gantung menghubungkan Kabupaten Garut dengan Kabupaten Cianjur di Desa Cikarang juga terputus diterjang luapan sungai menyusul hujan deras di wilayah tersebut,” ujarnya.
Menurut Heri, mengatasi dampak bencana tersebut, pihaknya bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan setempat beserta warga bahu membahu membersihkan material longsor secara manual, sambil menunggu kedatangan alat berat di lokasi. Lainnya melakukan evakuasi warga dan barang peralatan rumah ke rumah tetangga dan ke keluarga terdekat.
Baca Juga: Tidak Ada Pasien Positif Dirawat di RS Garut
Selain itu, banjir dan longsor juga melanda Desa Mekarmulya, Mekarwangi, dan Desa Selaawi Kecamatan Talegong. Banjir dan longsor disebebkan hujan deras berlangsung selama hampir tiga jam membuat air sungai meluap.
Ditambah material lumpur beserta pepohonan terbawa arus air dari pegunungan menghambat aliran sungai. Longsor terjadi di beberapa titik, dan dua jembatan rusak berat. Paling parah terdampak longsor dan banjir di Kampung Cikarmat RT 01, RW 05, Desa Mekarmulya.
Di desa tersebut sebanyak enam unit rumah warga tertimbun, serta tiga bangunan PAUD, posyandu, dan Balai Rukun Warga. Sebanyak 30 unit rumah, dan satu bangunan SDN 3 Mekarmulya terancam, serta dua unit jembatan rusak berat.
Baca Juga: Jalani Ritual Gaib, Dua Warga Garut Meninggal Dunia Usai Santap Daging Domba
"Ada sebanyak 45 kepala keluarga setara 179 jiwa terdampak banjir dan longsor di desa ini," kata Aceng Hobir dari Tim Tanggap Darurat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Garut, Minggu 26 Desember 2021.
Ia juga menyebtkan, sebanyak dua rumah warga di Desa Mekarwangi juga rusak parah akibat longsor dan banjir.
"Warga mengungsi ke tempat aman, dan sebagian ke rumah kerabat. Beberapa hal dibutuhkan warga terdampak antara lain air bersih, makanan pokok, alat kebersihan, selimut, baby kit, dan obat-obatan," ujar Aceng.
Di Kecamatan Cilawu, longsor menimpa badan jalan provinsi dekat perbatasatan Kabupaten Garut dengan Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Cigangsa RT 06 RW 08 Desa Sukamaju Kecamatan Cilawu.
Baca Juga: Tembok Puskesmas Mekarmukti Garut Jebol, Polisi Sediki rangka Menggunakan Bambu
Kejadian tersebut mengakibatkan arus lalu lintas dari kedua arah terputus. Arus lalu lintas kendaraan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya via Garut Kota dan Singaparna dialihkan melalui Balubur Limbangan, dan Gentong Ciawi Tasikmalaya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut Satria Budi kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan akan potensi terjadinya bencana serupa. Hal itu mengingat curah hujan di wilayah Kabupaten Garut diperkirakan masih tinggi di hari-hari ke depan.
"Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini, memasuki fenomena La Nina yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan kilat," ucapnya. (Zainul Mukhtar)
Editor : inilahkoran

