Banjir Redam Ribuan Rumah di 3 Wilayah Kab Bandung

Hujan deras sejak Sabtu (23/2) malam WIB,  menyebabkan sungai Citarum meluap. Ribuan rumah di wilayah Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang direndam banjir. 

Banjir Redam Ribuan Rumah di 3 Wilayah Kab Bandung
Banjir meredam ribuan rumah di 3 Kecamatan Kabupaten Bandung
INILAH, Bandung- Hujan deras sejak Sabtu (23/2) malam WIB,  menyebabkan sungai Citarum meluap. Ribuan rumah di wilayah Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang direndam banjir. 
 
Berdasarkan pantauan, jalan sudah terendam di Jalan Raya Mochamad Toha-Dayeuhkolot di depan pabrik tekstil Metro. Akibatnya, kendaraan yang datang dari Bandung banyak yang berbalik arah mencari jalur lainnya.
 
Sementara kendaraan roda dua yang hendak menuju Baleendah melintas jalur alternatif ke 
Telkom University.
 
Sementara itu, dari arah Baleendah maupun Banjaran yang hendak menuju Bandung akses jalan terendam banjir. Sehingga tidak bisa dilintasi kecuali hanya menggunakan delman. 
Sebagian warga memaksakan diri melintas dengan berjalan kaki dan sebagiannya menggunakan delman.
 
Jalur yang bisa dilewati kendaraan roda dua dan empat melalui jalan Bojongsoang. Sementara itu, akses jalan Andir-Katapang terendam banjir sehingga mereka yang datang dari Rancamanyar tidak bisa melintas. Ketinggian air kurang lebih mencapai pinggang orang dewasa.
 
"Air dari Isya kemarin sudah naik tapi belum besar. Baru jam sembilan malam air besar ke jalan," kata Ozi (24) salah seorang kusir delman saat ditemui di Dayeuhkolot,  Minggu (24/2/2019).
 
Ozi menuturkan, rata-rata mereka yang memaksakan melintasi banjir menggunakan delman hendak ke Bandung. Sementara hari-hari biasa banyak yang berangkat menuju ke pabrik Metro. 
 
Kata dia, banjir yang merendam pemukiman sudah berlangsung dua pekan. Namun banjir hingga ke jalan dan menutup akses terjadi baru kali ini.
 
"Saya biasa nganter pake delman Rp 10 ribu sekali jalan. Yah lumayan rame karena cuma delman yang bisa melewati genangan air," ujarnya. 
 
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, banjir luapan Citarum merendam sebagian wilayah Kecamatan Dayeuhkolot. Meliputi 14 RW di Desa Dayeuhkolot dengan ketingian air antara 10 sentimeter hingga 130 sentimeter.
 
"Di Dayeuhkolot pengungsi sebanyak 42 Kepala Keluarga. Dengan rincian di selter Dayeuhkolot sebanyak 31 KK 97 jiwa, di kantor RW 02 sebanyak 5 KK 17 jiwa kemdian di Masjid Arga Dinata sebanyak 6 KK 15 jiwa,"kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kab Bandung, Sudrajat.
 
Selain di Desa Dayeuhkolot, lanjut Sudrajat, air dengan ketinggian 110 hingga 140 sentimeter merendam RW 2 Cisirung, RW 3 Palasari Kelurahan Pasawahan. Kemudian di RW 1,2,3,14,7,17,16,9 Desa Citeureup dengan tinggi mata air (TMA) antara 10 hingga 120 sentimeter.
 
Sedangkan di Kecamatan Baleendah, kata Sudrajat, air dengan ketinggian 60 hingga 170 sentimeter di Kelurahan Andir merendam RW 9,7,6,8,5,2,1. Kemudian di Sasak acih parunghalang. TMA. 10 - 70 sentimeter. 
 
Di RW 3, 10,13,21 TMA antara 10 hingga 150 sentimeter. Tak hanya itu, air juga merendam Jalan Raya Ciparay-Dayeuhkolot dengan TMA antara 20 hingga 80 sentimeter. 
 
Di Jalan Raya Banjaran Dayeuhkolot pun sama, air dengan ketinggian 10 hingga 60 sentimeter. Kemudian di Kelurahan Baleendah banjir terdapat di RW 18 dan 21 dengan TMA 20 hingga 100 sentimeter.
 
"Pengungsi di Gedung Inkanas Baleendah sebanyak 42 KK dengan 120 jiwa. Kemudian di selter Parunghalang sebanyak 10 KK dengan 41 jiwa. Kalau di Kecamatqn Bojongsoang, banjir merendam RW 10, 9 Kampung Cijagra dengan TMA 30 hingga 120 sentimeter. Di Cijagra dan Cigebar TMA 40 hingga 100 sentimeter," ujarnya.
 
Sudrajat mengatakan, saat ini air mulai terlihat surut. Namun jika hujam deras kembali mengguyur. Luapan air Citarum kembali masuk ke pemukiman penduduk. Saat ini, pihak BPBD dan juga intansi lainnya serta para relawan terus melakukan pemantauan lapangan. Patroli dengan menggunakan perahu ke pemukiman penduduk terus dilakukan.
 
"Kami terus melakukan pemantauan lapangan. Evakuasi juga dilakukan, karena memang sampai saat ini masih banyak juga warga yang bertahan di rumah masing masing. Apalagi mereja yang rumahnya berlantai dua. Untuk menhindari hal yang tidak diinginkan, kami imbau agar warga yang rumahnya terendam secepatnya ke pengungsian,"katanya. 
 


Editor : inilahkoran