Bau Menyengat dan Jalan Licin, TPS Liar di Astanajapura Resahkan Pengguna Jalan
Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan kembali menjadi sorotan. Tumpukan sampah terlihat menggunung di sejumlah titik di sepanjang Jalan Kanci hingga Jalan KH Wahid Hasyim, Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan kembali menjadi sorotan. Tumpukan sampah terlihat menggunung di sejumlah titik di sepanjang Jalan Kanci hingga Jalan KH Wahid Hasyim, Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Kondisi tersebut menjadikan kawasan tersebut terlihat kumuh, menimbulkan bau menyengat, serta berpotensi membahayakan pengguna jalan. Pantauan di lapangan menunjukkan, sampah rumah tangga bercampur dengan limbah lainnya dibuang begitu saja di lahan kosong di tepi jalan.
Keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) liar ini selalu dimanfaatkan oleh oknum warga sebagai lokasi pembuangan, terutama pada malam hari, sehingga volumenya terus bertambah.
Selain merusak keindahan lingkungan, TPS liar tersebut juga menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan lalu lintas. Air lindi atau cairan sampah yang mengalir ke badan jalan membuat permukaan aspal menjadi licin, khususnya saat hujan.
Kondisi ini sangat berbahaya bagi pengendara, terutama pengguna sepeda motor. Salah seorang pengguna jalan, Yana, mengaku merasa terganggu dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan bau tidak sedap kerap tercium saat melintas.
Bahkan, tak jarang pengendara harus ekstra waspada karena jalan menjadi licin akibat air sampah.
“Kalau lewat sini baunya menyengat, apalagi siang hari. Air dari sampah juga sering mengalir ke jalan, licin dan rawan bikin jatuh, terutama motor,” ujar Yana, Minggu 18 Januari 2026.
Menurutnya, jika tidak segera ditangani, tumpukan sampah akan terus bertambah karena masyarakat menganggap lokasi tersebut sebagai tempat pembuangan permanen. Dia berharap ada tindakan tegas dari pemerintah setempat agar masalah ini tidak berlarut-larut.
Warga lainnya bernama Mulyadi mendesak, Pemerintah Kecamatan Astanajapura bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon untuk segera melakukan pengangkutan sampah secara rutin serta menutup akses lahan kosong yang kerap dijadikan TPS liar.
"Diperlukan sosialisasi dan pengawasan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Ini kan betul betul mengganggu lingkungan," ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan TPS liar tidak hanya berdampak pada estetika dan kesehatan lingkungan, tetapi juga dapat memicu pencemaran tanah dan air jika dibiarkan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penanganan terpadu antara pemerintah dan masyarakat dinilai sangat penting.
"Dengan langkah cepat dan tegas dari instansi terkait, kami berharap kawasan Jalan Kanci hingga Jalan KH Wahid Hasyim dapat kembali bersih, nyaman dilalui, serta bebas dari ancaman kecelakaan akibat sampah," pintanya.
Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi baik dari kecamatan Astanajapura maupun pihak DLH Kabupaten Cirebon.***
Editor : JakaPermana

