Bayi yang Dikubur Hidup-hidup Masih Dirawat Intensif

DA, bayi asal Purwakarta yang dikubur hidup-hidup ibunya beberapa waktu lalu, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih.

Bayi yang Dikubur Hidup-hidup Masih Dirawat Intensif
INILAH, Purwakarta - DA, bayi asal Purwakarta yang dikubur hidup-hidup ibunya beberapa waktu lalu, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih.
 
Dua pekan sudah, bayi malang tersebut dirawat di rumah sakit plat merah itu. Namun sayang, tak ada perkembangan signifikan dengan kondisi yang dialaminya.
 
Sampai saat ini, kondisi bayi masih kritis. Si bayi masih mengalami hipotermia serta adanya benda asing di organ vital paru-paru. Hingga kini, bayi DA masih menjalani perawatan di ruang PICU NICU di RS tersebut.
 
Direktur Utama RSUD Bayu Asih dr Agung Darwis mengatakan, kondisi DA masih fluktuatif dengan nilai kesadaran atau Glasgow Coma Scale (GCS) di bawah normal.
 
"Masih hidup, tapi kondisinya begitu (naik turun). Sebelumnya, sempat di angka lima, tapi sempat juga empat dan kini angka tiga. Naik turunnya pada angka bawah," kata Agung kepada wartawan, Jumat (12/4/2019).
 
Agung menjelaskan, kondisi yang sedang dialami bayi cantik itu dikatakan kritis. Namun, dokter yang menanganinya memberikan rangsangan cukup tinggi, DA masih merespons. Hingga kini, tubuh mungilnya masih sangat bergantung pada sejumlah alat medis maupun obat yang diberikan.
 
"Sampai saat ini masih menggunakan ventilator untuk bantu pernapasan serta obat-obatan untuk pemicu jantung," ucapnya.
 
Agung mengatakan, kondisi bayi mungil itu masih belum menunjukkan peningkatan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak keluarga DA. Hal tersebut akan dilakukan karena sejumlah pertimbangan, baik kondisi DA ke depan, hingga yang menyangkut beban keuangan, SDM, maupun obat-obatan.
 
Dalam hal ini, pihaknya tak bisa memastikan kondisi DA seperti apa. Apalagi, jika melihat kondisi yang dialami bayi tersebut masih tetap kritis dan koma dalam waktu lama. Kalau pun bisa disembuhkan, bayi tersebut akan mengalami gejala sisa.
 
"Hal itu karena hipoksia (kondisi kurangnya pasokan oksigen di sel dan jaringan tubuh) yang terlalu lama dialami. Tapi untuk langkah ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan pihak keluarga," pungkasnya.


Editor : inilahkoran