BB POM Bandung Intensifikan Pengawasan Pangan

Dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan melakukan intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan dan jelang Hari Raya 2019.

BB POM Bandung Intensifikan Pengawasan Pangan
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. (istimewa)

INILAH, Bandung - Dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan melakukan intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan dan jelang Hari Raya 2019 dengan sasaran sarana distribusi seperti distributor, importir, supermarket, dan pasar tradisional.

Intensifikasi pengawasan pangan yang berlangsung selama dua bulan, dimulai dua minggu sebelum Ramadan dan berlanjut sampai dua minggu setelah Hari Raya. 

"Ini juga dilakukan secara terpadu dan sinergis bersama lintas sektor, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Jawa Barat, yang juga melibatkan Loka POM di Kabupaten Bogor dan Loka POM di Kota Tasikmalaya," ucap Kepala Badan Badan BOM Bandung, I Gusti Ngurah Bagus Kusumah Dewa kepada wartawan.

Selain itu, petugas Balai Besar POM di Bandung juga meningkatkan pengawasan terhadap pangan dan jajanan untuk buka takjil yang mengandung bahan berbahaya. 

Pengawasan produk pangan jajanan untuk buka seperti takjil selama bulan puasa melalui mobil laboratorium keliling di pusat-pusat jajanan sentra takjil dengan melakukan sampling produk jajanan dan dilakukan uji cepat yang difokuskan pada parameter uji bahan berbahaya (formalin, boraks, rhodamin B, dan menthanyl yellow). 

"Sampel yang diambil diutamakan pada makanan jajan yang sering beredar seperti kolak, kerupuk, camilan, minuman-minuman, mi basah, sosis dan lainnya," ujarnya.

Dia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan menjadi konsumen cerdas serta lebih proaktif dalam memilih pangan yang dibeli untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. 

Ingat selalu cek klik. Cek kemasan dalam kondisi baik, baca secara informasi pada labelnya, pastikan memiliki izin edar badan POM dan tidak melebihi kadaluwarsa. Teliti sebelum membeli pangan takjil, terlebih untuk beberapa jenis pangan takjil yang seringkali ditemukan bahan berbahaya.

Takjil harus higienis dan aman dari bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pangan yaitu boraks, formalin, rhodamin B, dan kuning mentanil.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menambahkan, beberapa makanan yang dijual sebanyak 20 sampel terbukti aman untuk dikonsumsi, ini semata-mata untuk memberikan rasa nyaman, rasa aman ke masyarakat dalam membeli produk- produk makanan yang ada di Kota Bandung.

Pemkot Bandung terus menginformasikan ke para pedagang untuk memperdagangkan menggunakan bahan-bahan yang tadi tanpa pengawet formalin tanpa boraks tanpa pewarna itu.

"Kan untuk kepentingan pedagang juga, untuk kesehatan juga para pabrikan kalau nanti mereka ketahuan berdagang juga dirugikan selain merugikan masyarakat," pungkasnya. (Okky Adiana)


Editor : suroprapanca