BBPJN VI Minta Jalan yang Retak Dibongkar

Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) VI meminta kontraktor dan konsultan proyek penangganan bencana longsor di Gunung Mas dan Riung Gunung, Desa  Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten B

BBPJN VI Minta Jalan yang Retak Dibongkar

INILAH, Bogor – Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) VI meminta kontraktor dan konsultan proyek penangganan bencana longsor di Gunung Mas dan Riung Gunung, Desa  Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, membongkar Jalan Puncak yang mengalami keretakan.

 

Kabid Preservasi BBPJN VI Christ Lasmono mengatakan, kontraktor PT Lambok Ulina dan konsultan PT Daya Creasi Mitrayasa Jo PT Epadascon Permata-PT Esti Yastagama harus membongkar jalan yang retak dan mempercepat waktu pekerjaan.

 

“Proyek penangganan pasca bencana longsor di Gunung Mas dan Riung Gunung sudah mencapai 82 persen. Usai pekerjaan bor filed, kami akan membangun talud dan pengaspalan jalan. Proyek yang dimulai Juli ini lama pekerjaannya pada pekerjaan bor filed karena harus membuat tahanan di tebing yang tinggi kecuramannya mencapai 20-30 meter. Minggu depan kami akan mulai pekerjaan pembangunan taludnya," kata Christ kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).

 

Christ menjelaskan, BBPJN VI mendukung Polres Bogor, Polres Cianjur, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, yang melarang truk dan bus melewati Jalur Puncak.

 

"Walaupun tidak terlalu berbahaya, tapi tonase kendaraan yang berat dan curah hujan yang tinggi akan mempengaruhi kestabilan Jalur Puncak," jelasnya.

 

Pelaksana Proyek Andi mengatakan, lebar jalan akan bertambah 3-6 meter setelah proyek penangganan pasca bencana longsor di Gunung Mas dan Riung Gunung selesai.

 

"Di Gunung Mas itu tambahan lebar jalannya 3 meter. Kalau di Riung Gunung mencapai 8 meter. Sebagian tambahan lebar jalan tersebut untuk sarana prasarana trotoar dan jogging track," jelasnya.


Editor : inilahkoran