Begini Cara Bengis Pelajar SMK di Pagelaran Habisi Pacar yang Minta Pertanggungjawaban
Betapa sadis AG, pelajar SMK di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur. Dia habisi pacarnya yang sedang berbadan dua dengan cara yang di luar kemanusiaan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cianjur – Betapa sadis AG, pelajar pagelaran'>smk di kecamatan pagelaran, Kabupaten Cianjur. Dia habisi pacarnya yang sedang berbadan dua dengan cara yang di luar kemanusiaan.
AG, pelajar SMK di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur itu, menghabisi nyawa korban, RP, tak jauh dari rumah orang tuanya. Jaraknya hanya sekitar 100 meter.
Korban yang juga pelajar SMK di Kecamatan Pagelaran ini ditembak sebanyak dua kali menggunakan senapan. Senapan angin ini sengaja dibawa pelaku untuk menghabisi pacarnya. Dua tembakan bersarang di bagian kepala hingga RP tewas.
Tidak sampai di situ, kata Kapolsek Sukanagara, AKP Tio, pelaku menyeret tubuh korban menggunakan tambang plastik yang dijeratkan ke leher korban sebelum di masukan ke dalam bak mobil yang dibawanya.
Jasad korban dibuang ke dalam Sungai Ciparay di Desa Sukakarya, Kecamatan Sukanagara. Jasad ini akhirnya ditemukan warga.
AG, pelajar SMK di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur itu, pun diringkus polisi. Dia disangkakan sebagai pelaku pembunuhan terhadap pacarnya RP yang satu kecamatan dengannya.
AG diduga melakukan perbuatan sadis itu karena menolak bertanggung jawab atas perbuatannya menghamili korban. Pelajar SMK di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur itu, diringkus tak lama setelah pembunuhan sadis itu.
Kapolsek Sukanagara, AKP Tio saat dihubungi, Senin mengatakan selang beberapa jam melakukan aksi sadisnya menghabisi nyawa korban dengan senapan angin dan membuang jasadnya ke dalam selokan di pinggir jalan di wilayah hukum Sukanagara, pelaku diringkus.
“Pelaku AG ditangkap Senin dini hari di rumah orang tuanya di Kecamatan Pagelaran. Dia mengakui perbuatannya menghabisi nyawa korban yang satu sekolah karena diminta bertanggung jawab atas kehamilan korban,” katanya.
“Kami langsung melakukan penyelidikan termasuk meminta keterangan orang tua korban dan saksi lainnya, dari keterangan saksi ditemukan kalau korban dijemput pelaku yang merupakan pacarnya,” katanya.***
Editor : Zulfirman

