Begini Rencana Pemkot Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri

Menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1446 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merencanakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan yang kerap mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.  

Begini Rencana Pemkot Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri
Foto ilustrasi cek harga pangan dok inilahkoran

INILAHKORAN, Bogor - Menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1446 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merencanakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan yang kerap mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.  

Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Bogor, Rahmat Hidayat menuturkan, pentingnya kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat dalam menjaga stabilitas harga.  

"Setiap menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kenaikan harga bahan pokok menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, kami harus memastikan bahwa pasokan tetap aman dan harga tetap terkendali agar tidak membebani masyarakat," ungkap Rahmat dalam keterangan tertulis pada Rabu 26 Februari 2025.

Rahmat menjelaskan, bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, inflasi year-on-year (yoy) pada Januari 2025 mencapai 1,15 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,94 persen. Beberapa komoditas, seperti cabai rawit merah, mengalami lonjakan harga yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat.  

"Sebagai langkah mitigasi, Pemkot Bogor bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan menggelar berbagai program, termasuk Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah," jelas Rahmat yang juga menjabat Kepala Diskominfo Kota Bogor ini.

Rahmat menegaskan, bahwa pemerintah akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar untuk mencegah praktik penimbunan bahan pokok.  

"Kami akan terus memantau dan menindak tegas jika ditemukan pihak yang mengambil keuntungan dengan menaikkan harga secara tidak wajar," tegasnya.  

Rahmat membeberkan, untuk memastikan kelancaran distribusi pangan, Pemkot Bogor akan bekerja sama dengan Bulog dan BUMN Pangan guna menjaga stok beras, minyak goreng dan gula pasir tetap tersedia dengan harga stabil. 

"Program ini akan dilaksanakan pada 24-29 Maret 2025 di Kantor Pos dengan koordinasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Dengan adanya langkah ini, diharapkan masyarakat Kota Bogor dapat menyambut Ramadan dan Idul Fitri dengan tenang tanpa harus khawatir dengan lonjakan harga bahan pokok," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti