Begini Respon Koswara Soal Permintaan Bey Machmudin, Pasca Dilantik Jadi Pj Wali Kota Bandung 

Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung A Koswara mengaku akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu, menyusul adanya permintaan Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin terkait masalah transportasi dan lalu lintas, saat pelantikan dirinya di Gedung Sate, Jumat 20 September 2024.

Begini Respon Koswara Soal Permintaan Bey Machmudin, Pasca Dilantik Jadi Pj Wali Kota Bandung 
Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung A Koswara mengaku akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu, menyusul adanya permintaan Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin terkait masalah transportasi dan lalu lintas, saat pelantikan dirinya di Gedung Sate, Jumat 20 September 2024.

INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung A Koswara mengaku akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu, menyusul adanya permintaan Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin terkait masalah transportasi dan lalu lintas, saat pelantikan dirinya di Gedung Sate, Jumat 20 September 2024.

Sebab Koswara mengaku baru mengetahui dirinya bakal dilantik menjadi Pj Wali Kota Bandung, sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis 19 September 2024 kemarin untuk menggantikan Bambang Tirtoyuliono.

"Paling saya konsolidasi dulu, karena saya juga tidak tahu akan jadi Pj Wali Kota Bandung, baru tahu jam 11 malam," kata Koswara usai pelantikan.

Sejumlah persoalan terkait konflik ojek pangkalan (Opang) dan ojek online (Ojol) yang menjadi sorotan Bey Machmudin kata dia, akan ditindaklanjuti dengan koordinasi. Baik antara Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pusat.

"Saya kira ini tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh Kota Bandung, tapi harus dengan pusat, nanti kita sama-sama dengan provinsi dan pusat karena aturan online itu semuanya di pusat," kata dia.

Sedangkan soal parkir, Koswara menilai harus ada kawasan khusus untuk parkir untuk mengimbangi volume kendaraan.

"Tempat parkir kurang. Kelihatannya harus dibuatkan program gedung parkir, park and ride, karena kalau hanya mengandalkan ruang terbuka kayaknya susah akhirnya (parkir) di jalan," ucapnya.

Demikian pula mengenai lalu lintas, dimana Bey Machmudin menyinggung soal lamanya lampu merah di persimpangan Jalan Soekarno Hatta-Kiaracondong dan lajur cepat bypass.

"Tidak bisa program yang cepat langsung berdampak, karena tahapannya cukup panjang. Paling penting itu sosialisasi kepada masyarakat, kalau ada aturan ganjil-genap. Harus benar-benar tahu baru bisa berhasil," imbuhnya.

Terlepas dari itu kata dia, amanah dari pemerintah kepadanya untuk menjadi Pj Wali Kota Bandung harus dilakukan secara baik, sampai akhirnya walikota definitif ditetapkan.

"Ini amanah yang diberikan pimpinan, secara pribadi penugasan itu harus dilaksanakan dengan baik, tapi secara prinsip saya memohon kepada Allah diberikan kekuatan dan kemampuan untuk jadi Penjabat Wali Kota Bandung," tandasnya.***


Editor : JakaPermana