Lantik 199 Kepsek, Bupati Karawang Ingatkan Jauhi Pungli dan Mainkan BOS
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengingatkan agar para kepala sekolah tidak melakukan penyalahgunaan dana BOS dan Pungli.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengingatkan agar para kepala sekolah tidak melakukan penyalahgunaan dana BOS dan pungli. Jika para kepala sekolah melakukan penyalahgunaan BOS atau pungli termasuk orang yang merugi. Integritas para kepala sekolah sangat penting didalam dunia pendidikan Karawang.
" Bapak - ibu jangan macam - macam, bekerjalah dengan baik. Menjadi kepala sekolah jangan zolim karena itu termasuk orang yang merugi," kata Aep saat melantik 199 kepala sekolah yang baru di promosi dari guru menjadi kepala sekolah SD dan SMP, di Plaza Pemkab Karawang, Jumat ( 24/4/26).
Menurut Aep Syaepuloh promosi guru menjadi kepala sekolah dilakukan melalui proses seleksi menggunakan sistem SIM KSPSTK Kementerian Pendidikan ditambah dengan asesment pihak ketiga. Pengankatan kepala sekolah dilakukan sesuai mekanisme dan bebas praktek jual beli jabatan. "Ini bukan proses yang tiba-tiba karena semua melalui tahapan termasuk ke BKN. Jadi promosi kepala sekolah tahun ini murni sesuai hasil seleksi," kata Aep.
Aep Syaepuloh mengatakan jabatan diperoleh dengan cara yang tidak benar. Dia menegaskan promosi kepala sekolah ini dilakukan secara benar sesuai hasil seleksi. " Tidak ada lagi jabatan ditukar dengan sesuatu. Ini amanah yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan baik." katanya.
Menurur Aep dari 199 guru yang dilantik menjadi kepala sekolah, ditambah satu rotasi susulan dengan rincian 9 kepala sekolah SMP dan 190 kepala sekolah SD. pelantikan mengacu Permendikdasmen nomor 7 tahun 2025 dan Kepmendikdasmen Nomor 129 /P/2025.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Karawang, Wawan Setiawan menambahkan seluruh tahapan seleksi sesuai dengan regulasi hingga terbit persetujuan teknis. " Semua tahapan sudah kita lalui hingga terbit persetujuan teknis. pelantikan hari ini sudah sesuai dengan tahapan yang kita lalui," kata Wawan Setiawan.
Meski begitu Wawan menambahkan jika pelantikan kepala sekolah kali ini buka berarti kebutuhan kepala sekolah sudah selesai. Alasannya karena kebutuhan kepala bersifat dinamis karena faktor pensiun atau kendala lainnya. ***
Editor : JakaPermana


