Sepanjang Kemarau 2026, 24 Desa di Karawang Dilanda Kekeringan
Sejak Juni 2026 sebanyak 24 desa di Kabupaten Karawang sudah mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebanyak 24 desa di enam kecamatan di Kabupaten Karawang mengalami krisis air bersih sejak Juni 2026.
Kebutuhan akan air bersih menjadi sangat penting karena mata air di sekita desa sudah kering dan tidak mengalir air bersih. Warga yang desanya kekeringan terpaksa berjalan jauh untuk untuk mencari sumber mata air yang masih mengalir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat ada 24 desa di enam kecamatan di Karawang yang menderita kekeringan. Warga terpaksa harus membeli air bersih karena membutuhkan air bersih untuk kegiatan setiap hari.
"Kebanyakan warga membeli air bersih untuk memasak, mandi dan kegiatan lainnya. Kalaupun tidak paling jika datang bantuan air beraih dari masyarakat yang datang ke desa mereka," kata Kepala Pelaksana BPBD Karawang, Usep Supriatna, kamis (17/9/26).
Menurut Usep untuk mengantisipasi kekeringan di 24 desa BPBD Karawang sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 1.594.000 liter air bersih ke desa yang kekeringan. Distribusi air bersih dilakukan secara rutin dengan melibatkan dunia usaha dan relawan kebencanaan untuk berpartisipasi.
"Kami mengajak sejumlah pihak untuk membantu menyalurkan air bersih untuk warga yang terdampak," katanya.
Usep mengaku kasus kekeringan air bersih terjadi sejak Juni 2026 di beberapa desa. Kemudian kasus kekeringan terus melanda sejumlah desa hinggga mencapai 24 desa.
"Karena jumlah desa yang dilanda kekeringan terus bertambah jadi kami sekali kirim air bersih hanya mampu di tiga titik secara bergilir," katanya.
Menurut Usep dari 24 desa yang dilanda kekeringan kasus yang paling parah mengalami kekeringan terjadi di Kecamatan Pangkalan dan Tegal Waru. Di dua kecamatan itu hampir semua desa kekeringan dan sumber mata air keringa tanpa air sedikitpun.
"Di dua kecamatan ini hampir semua desa tidak ada mata air yang mengalir," katanya.
Menurut Usep, kasus kekeringan masih berlangsung hingga selesai musim kemarau yang di perkirakan Agustus mendatang. Sampai bulan Agustus kasus kekeringan masih akan berlangsung di Karawang. Apalagi hingga September ini belum sekali juga terjadi hujan.
"Sampai sekarang belum sekali juga hujan hingga tanah betul -betul kering," katanya.
Editor : Ahmad Sayuti

