Baznas Karawang Salurkan 146 Ribu Liter Air Bersih ke 5 Kecamatan Terdampak Kekeringa
Baznas Karawang menyalurkan 146 ribu liter air bersih ke 33 titik di lima kecamatan. Warga sudah lima bulan kesulitan mendapatkan air bersih.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karawang menyalurkan 146.000 liter air bersih kepada warga di lima kecamatan yang terdampak kekeringan.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan karena warga di sejumlah wilayah telah mengalami kesulitan mendapatkan air selama sekitar lima bulan. Bahkan, sebagian warga harus berjalan kaki hingga satu kilometer menuju sumber mata air dan mengantre hingga sore untuk mendapatkan air bersih.
Wakil Ketua Baznas Karawang, Ahmad Taufik Hidayat, mengatakan penyaluran 146.000 liter air bersih dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada akhir Juli hingga Agustus 2026, sedangkan tahap kedua dilakukan pada awal September 2026.
Dalam setiap penyaluran, Baznas Karawang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang untuk mendistribusikan air kepada warga terdampak.
"Kami salurkan air bersih di 33 titik wilayah yang kekeringan di lima kecamatan. Setiap pengiriman air bersih kami melibatkan petugas BPBD Karawang untuk membantu menyalurkan air bersih kepada warga sekitar yang mengalami kekeringan," kata Ahmad Taufik, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, kebutuhan air bersih di wilayah terdampak cukup tinggi. Berdasarkan pemantauan Baznas Karawang, warga sangat membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Namun tingkat kekeringan yang dialami warga pada tahun ini lebih parah dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.
Lima kecamatan yang mendapat bantuan air bersih tersebut yakni Kecamatan Pangkalan, Tegalwaru, Ciampel, Telukjambe, dan Pakisjaya.
Ahmad mengatakan kelima wilayah tersebut termasuk daerah yang mengalami dampak kekeringan cukup parah sehingga membutuhkan bantuan pasokan air bersih.
"Sudah lima bulan mereka mengalami kekeringan air bersih. Kami sudah dua kali mengirim air bersih ke lima kecamatan itu. Semoga saja musim kering tidak berlangsung lama," katanya.
Sementara itu, warga mengaku tetap harus mengantre untuk mendapatkan air bersih meski bantuan telah disalurkan. Bahkan, sebagian warga harus menunggu sejak pagi hingga sore.
Meski demikian, warga mengaku bersyukur karena masih mendapatkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kami sudah sekitar lima bulan kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur air bersih di lingkungan kami sudah kering hingga kami butuh bantuan air bersih," kata Imas, salah seorang warga saat mengantre mendapatkan air bersih.
Menurut Imas, kekeringan tahun ini dirasakan lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya warga hanya mengalami kesulitan air bersih selama sekitar tiga bulan, tahun ini kondisi tersebut telah berlangsung hingga lima bulan.
"Tahun ini lebih lama musim keringnya dibandingkan tahun sebelumnya. Kami harapkan musim kering segera selesai," katanya.
Editor : Ahmad Sayuti

