BEI Bidik Investor Milenial
Generasi muda usia sekarang relatif melek terhadap pasar modal. Sebagai penetrasi pasar, Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021 digelar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Generasi muda usia sekarang relatif melek terhadap pasar modal. Sebagai penetrasi pasar, Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021 digelar.
Sebagai self-regulatory organization (SRO), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar CMSE 2021 untuk meningkatkan jumlah investor pasar modal. Bekerja sama dengan SRO lain yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), BEI menggelar CMSE 2021 secara virtual pada 14-16 Oktober 2021.
CMSE 2021 pun diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah dan aktivitas setiap pelaku dan stakeholders agar pasar modal Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ujungnya, menciptakan keberpihakan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia sebagai upaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.
Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, pihaknya terus berupaya memotivasi generasi muda Indonesia agar terus berinvestasi di pasar modal. Keberpihakan itu dilakukan dengan menghadirkan para pembicara muda yang sukses serta memiliki semangat dalam mengedukasi para investor di pasar modal.
Baca Juga: Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal, BEI Resmikan GI ke-38 di Jabar
Untuk itu, sejumlah webinar menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang seperti tokoh insipratif dari perusahaan tercatat, perencana keuangan, profesional, praktisi, serta figur publik yang lekat dengan industri pasar modal. Peserta juga dapat mengikuti pameran CMSE 2021 serta langsung membuka rekening saham dan reksa dana secara virtual.
“Kami harap pemaparan dan diskusi pada sesi webinar ini dapat memberikan inspirasi bagi para peserta seminar, khususnya bagi kelompok usia muda yakni generasi milenial dan generasi Z, untuk dapat lebih cerdas, lebih semangat, turut berperan aktif dalam mengembangkan pasar modal, serta tentunya semakin yakin dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia,” kata Hasan, Kamis 14 Oktober 2021.
Sedangkan, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyampaikan CMSE 2021 merupakan kegiatan yang bertujuan sebagai ajang pertemuan stakeholders pasar modal Indonesia dan masyarakat untuk dapat berbagi informasi terbaru serta teraktual.
Baca Juga: Hingga Akhir 2021, BEI Berikan Stimulus bagi Emiten dan Calon Perusahaan Tercatat
“Literasi serta edukasi pasar modal dalam rangkaian CMSE 2021 itu bertujuan mendorong pemulihan ekonomi nasional. Langkah ini sejalan dengan upaya OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional,” ujar Inarno.
Menurutnya, SRO pasar modal merespons tantangan dan mampu menorehkan pencapaian penambahan dari sisi jumlah investor, perusahaan tercatat, maupun aktivitas perdagangan.
“Jumlah investor saham atau SID (single investor identification) baru terus mengalami peningkatan dalam 8 bulan terakhir di tahun 2021 dan telah mencapai rekor baru, yaitu sebanyak 1 juta investor saham baru. Tahun 2021 menjadi tahun yang penuh dengan harapan pemulihan ekonomi nasional dan ini tercermin dari tingginya aktivitas perdagangan di BEI dalam 3 bulan terakhir,” tuturnya.
Berdasarkan data KSEI per 30 September 2021, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai lebih dari 6.287.350 SID termasuk di dalamnya 2,9 juta SID saham. Di sisi lain per tanggal 30 September 2021, saat ini telah terdapat 750 perusahaan tercatat di BEI dengan penambahan baru sebanyak 38 perusahaan.
Baca Juga: Resmi Melantai di BEI, Bukalapak Diharapkan Dorong Unicorn Lain
Selain itu, tercatat tingginya aktivitas transaksi bursa dan merupakan rekor baru sejak swastanisasi bursa efek pada 1992. Di antaranya rata-rata nilai transaksi harian yang mencapai lebih dari Rp13 triliun per hari atau melonjak dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Frekuensi transaksi juga meningkat menjadi rata-rata 1,2 juta transaksi per hari dan merupakan yang tertinggi di ASEAN dalam tiga tahun terakhir.
“Hal ini turut diikuti dengan lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari 19 miliar lembar saham per hari,” tambahnya seraya menyebutkan pandemi Covid-19 memaksa penyesuaian secara masif pemanfaatan teknologi digital.***(dnr)
Editor : inilahkoran

