Belajar Kelentingan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19 dari Aisyiyah

Kemunculan virus Sars-Cov2 atau Covid-19 di seluruh dunia telah mengubah banyak hal menyangkut tatanan kehidupan umat manusia. Mulai sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, praktik beragama hingga budaya. Tak terkecuali masyarakat di Indonesia.

Belajar Kelentingan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19 dari Aisyiyah
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Kemunculan virus Sars-Cov2 atau Covid-19 di seluruh dunia telah mengubah banyak hal menyangkut tatanan kehidupan umat manusia. Mulai sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, praktik beragama hingga budaya. Tak terkecuali masyarakat di Indonesia.

Ratusan ribu nyawa melayang, ratusan ribu unit usaha berguguran, jutaan orang kehilangan penghasilan, jutaan sendi rumah tangga goyah, dan hal lainnya sebagai dampak mewabahnya Covid-19 yang bermula dari Cina itu.

Kendati begitu, para ibu terhimpun dalam keluarga besar persyarikatan perempuan Muhammadiyah, Aisyiyah, tak mengenal putus asa. Aisyiyah tetap bersemangat menghadapinya dengan terus mencari solusi, berupaya membangun kelentingan atau resiliensi keluarga dan komunitas di tengah pandemi Covid-19 itu. 

Hasilnya, berbagai program kegiatan kemandirian ekonomi, pembiasaan hidup bersih dan sehat menuju keluarga tangguh, serta kepedulian akan lingkungan terus bertumbuh di berbagai daerah.

Keadaan tersebut tampak dari saling berbagi kisah sejumlah Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah tentang keberhasilan program kelentingan keluarga yang dilaksanakan di 16 PW Aisyiyah se-Indonesia melalui webinar digelar  Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat Aisyiyah kerjasama The Asia Foundation bertajuk “Pembelajaran Program Membangun Keluarga dan Komunitas Lenting dalam Masa Pandemi Covid-19”, Kamis (5/11/2020).

Pada acara dihadiri 220 peserta tersebut, PW Aisyiyah Kalimantan Barat, Bali, Jakarta Utara, DIY, dan Riau berkempatan mempresentasikan lesson learn dari keberhasilan program yang telah terlaksana di masing-masing wilayahnya. 

Aisyiyah Kalimantan Barat menceritakan keberhasilannya dalam budidaya ikan air tawar melalui keramba bersama komunitas masyarakat di pinggir sungai Kapuas Kota Pontianak. Aisyiyah Bali sukses melakukan upaya pengelolaan sampah rumah tangga sebagai media tanam sayur di sembilan Pimpinan Daerah Aisyiyah se-Bali. 

Aisyiyah Jakarta Utara membina masyarakat di daerah pinggir pantai dan komunitas pemulung untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarganya melalui budikdamber dan penanaman sayuran. 
Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil mengembangkan hidroponik dan budidaya ikan nila dan lele untuk Guru TK ABA di sepuluh TK Aisyiyah Bustanul Athfal se-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Aisyiyah Riau sukses mendampingi kesehatan keluarga melalui edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pembagian alat pelindung diri (APD), dan pembagian bibit sayur di seluruh Pimpinan Daerah Aisyiyah se-Provinsi Riau. 

Masing-masing wilayah tersebut juga telah memiliki rencana tindak lanjut. Antara lain, ada yang melakukan kerjasama dan membuat memorandum of understanding (MoU) dengan Pemerintah Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Lembaga Zakat Infaq Shadaqah Muhammadiyah (Lazis-Mu). Ada juga yang bekerja sama lintas majlis/lembaga terkait pengembangan program.

Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah Hj Masyitoh Chusnan menegaskan, Aisyiyah serius dalam bekerja pada situasi apapun. Tetap bisa berbuat, berkarya, berinovasi, berkreativitas, dan beramal.

“Aisyiyah selalu menyebar kebajikan dan benih-benih keutamaan hidup, kemaslahatan kemanusiaan, keumatan, dan kebangsaan sebagai karakter Gerakan Perempuan Berkemajuan” tandasnya.

Masyitoh menyebutkan, apa yang dilakukan Aisyiyah saat ini sejalan dengan program pemerintah, yaitu sejalan dengan sustainable development goals (SDGs). Ada empat pilar SDGs bermuara pada kebutuhan dasar umat manusia, yaitu kesehatan, pendidikan, tata kelola ekonomi, dan lingkungan hidup. 

"Inilah yang sesungguhnya sedang dilakukan Aisyiyah melalui LLHPB,” tegasnya lagi.

Kerja kreatif Aisyiyah diapreasi Deputy Country Representative The Asia Foundation Hana Satriyo. Dia menilai kegiatan dilakukan Aisyiyah itu dapat meningkatkan kemandirian keluarga dan memberikan manfaat, baik secara ekonomi, keilmuan, maupun pengalaman hidup. 

Pun kerja sama Aisyiyah dengan pemerintahan daerah setempat dinilainya sebagai bukti program kelentingan keluarga memberikan 'Aisyiyah kesempatan bekerja lebih luas lagi. 

"Ke depannya, kita berharap kita makin kuat sebagai pribadi, keluarga, masyarakat, dan Aisyiyah. Sehingga menghadapi masalah apapun, kita kuat bersama, kita bisa membantu sesama,” ujarnya.

Sebelumnya, Koordinator Bidang LLHPB PP Aisyiyah Atikah M Zaki berharap program kelentingan keluarga dan komunitas di masa pandemi Covid-19 itu dapat dilanjutkan oleh kader-kader Aisyiyah maupun para penerima manfaat.

Program Advisor Hening Parlan menuturkan, proses program kelentingan sendiri diawali kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan agar terhindar dari Covid-19, sekaligus mengupayakan pelestarian lingkungan hidup.

Aisyiyah melaksakan penguatan kelentingan keluarga dan komunitas melalui inovasi ketahanan pangan, yaitu komposting, ternak, serta budidaya tanaman sayuran. 

Program tersebut juga mendorong keaktifan ibu-ibu Aisyiyah untuk mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk tulisan, foto, maupun video. 

“Selama tiga bulan program berjalan di 16 wilayah, telah menghasilkan lebih dari 263 publikasi, baik dalam bentuk tulisan dan video di media internal maupun eksternal,” pungkasnya. (Zainulmukhtar)


Editor : Doni Ramdhani