Belasan Tahun Mengabdi, Petugas Damkar KBB Berharap Pemda KBB Bisa Berikan Kesejahteraan
Sepenggal asa masih menancap kuat dalam hati dengan harapan bisa mendapatkan kesejahteraan hidup sejak memulai karirnya di Damkar KBB pada 2010 silam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - 'Bekerja di Damkar gak bikin kaya, tapi bikin masyarakat senang', itulah sepenggal kalimat yang keluar dari Alfry Genyus, Komandan Regu (Danru) Tim Rescue 01 Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kendati masih berstatus sebagai tenaga honorer meski sudah hampir 13 tahun mengabdi, namun Alfry tetap ikhlas untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaiknya bagi masyarakat Bandung Barat.
Sepenggal asa masih menancap kuat dalam hati dengan harapan bisa mendapatkan kesejahteraan hidup sejak memulai karirnya di Damkar KBB pada 2010 silam.
Menjabat sebagai Komandan Regu Tim Rescue 01, Alfry dan rekan-rekan satu timnya kerap harus menangani sejumlah permasalahan yang membuat masyarakat di Bandung Barat, khususnya dalam menangani sarang tawon dan ular yang masuk ke rumah.
"Sejak Januari hingga Mei 2023, penanganan di luar kebakaran ada 150 kasus yang sudah ditangani," kata Alfry kepada wartawan, Selasa 23 Mei 2023.
Alfry mengaku, bersama tim dirinya pun hampir setiap malam melakukan penanganan evakuasi sarang tawon dan ular di rumah warga.
"Paling mendominasi sarang tawon dan ular. Bahkan, bisa sampai empat penanganan keluhan masyarakat yang teratasi," ujarnya.
Alfry menuturkan, saat melakukan penanganan dirinya dan timnya harus berhadapan dengan berbagai risiko, seperti sengatan tawon atau dipatuk ular berbisa.
"Risiko yang paling fatal sengatan hewan sama risiko ketinggian, kalau kena sengatan bisa sampai masuk rumah sakit," tuturnya.
"Efek sengatan diare, mual, demam hingga bengkak. Sesak nafas. Bahkan, sampai meninggal," sambungnya.
Oleh karenanya, sebut Alfry, timnya sangat membutuhkan sarana dan prasarana yang ideal sebagai penunjang guna memastikan keselamatan seluruh petugas agar tetap aman.
"Selain sarpras dan keilmuan untuk penunjang, kesejahteraan personel pun juga merupakan hal penting," sebutnya.
Alfry pun berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat bisa lebih memperhatikan sarpras dan kesejahteraan anggota Damkar mengingat petugas Damkar bekerja secara nyata dan langsung bersentuhan dengan masyarakat.
"Jadi kalau masyarakat dalam keadaan darurat InsyaAllah kita siap," ungkapnya.
Meski begitu, Alfry pub mengaku sedang dengan beragam apresiasi yang diberikan masyarakat melalui media sosial Damkar KBB.
"Apresiasi dari masyarakat melalui sosmed lebih banyak pujian dan kepuasan dari masyarakat atas pelayanan yang kita lakukan," imbuhnya.
Alfry pun tak menampik, selama hampir 13 tahun bekerja di Damkar KBB tidak membuat dirinya kaya, namun membuat banyak orang senang atas kinerjanya.
"Mengabdi hampir 13 tahun, sejak 2010, ada yang juga dari 2013 dan 2015. Awalnya memang terpaksa, tapi kini menjadi kenikmatan tersendiri yang dijalani meski berisiko tinggi," terangnya.
Alfry menilai, bukti nyata Damkar dibutuhkan masyarakat dengan banyaknya laporan bantuan yang diterima dinasnya.
"Ketika bisa melayani seperti ini. Kalau tugas itu mudah kenapa gak dilakukan sendiri. Jadi ada kepuasan tersendiri," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

