INILAH, Bogor – Bupati Bogor Terpilih Periode 2018-2023 Ade Yasin menunggu kritik dan masukan dari banyak pihak. Dia merasa perlu dipantau dalam menjalankan tugas lima tahun ke depan, terutama pasca dilantik pada 30 Desember 2018 di Bandung.
Itu diungkapkan Ade Yasin usai turut hadir meresmikan lembaga non-profit Democracy And Empowerment Partnership (DEEP) dan Visi Nusantara Maju di Cibinong, Senin (24/12/2018).
Menurutnya, apa yang dilakukan DEEP dan Vinus justru akan membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan di Bumi Tegar Beriman. Terutama dalam upaya meningkatkan pelayanan dasar.
"Seperti pendidikan, rata-rata lama sekolah kita perlu didongkrak lagi. Saya perlu dipantau. Justru maunya dipantau. Karena DEEP dan Vinus ini punya data yang mungkin bisa membantu saya dan Pak Iwan (wakil bupati, red)," kata Ade.
Ade Yasin tidak menjanjikan banyak hal dalam program 100 hari pertamanya sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bogor. Dia menyadari, sebagian besar program sudah dibentuk Bupati Nurhayanti, lantaran penetapan bupati terpilih oleh KPU dilakukan setelah pembahasan RAPBD selesai.
"Jadi cuma yang kira-kira sama saja disinkronkan dengan program kami. Tapi, bagaimanapun sebagian besar sama kok karena mengacunya kan ke rencana pembangunan jangka panjang," kata dia.
Direktur DEEP Yusfitriadi mengungkapkan, pemerintah daerah terkadang mengukur sebuah capaian kinerja hanya menggunakan data dari BPS. Namun, BPS hanya mengukur dari kuantitas, tidak mendalam hingga kualitas kekuatan, infrastruktur misalnya.
"Misal, pemda punya rencana membangun jalan sekian kilometer. Jika selesai, akan dicatat oleh BPS, tapi spesifikasinya tidak ada di BPS. Makanya kita hadir sebagai pembanding data yang dirangkum oleh pemerintah. Supaya ada komparasi suatu pembangunan berhasil atau tidak," katanya.