Belum Sesuai Harapan, Nyamuk Ber-Wolbachia di Kecamatan Ujungberung Terus Ditingkatkan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menargetkan empat kelurahan di Kecamatan Ujungberung, untuk melaksanakan penerapan teknologi wolbachia.

Belum Sesuai Harapan, Nyamuk Ber-Wolbachia di Kecamatan Ujungberung Terus Ditingkatkan
Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes Kota Bandung Ira Dewi Jani

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menargetkan empat kelurahan di Kecamatan Ujungberung, untuk melaksanakan penerapan teknologi Wolbachia.

Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes Kota Bandung Ira Dewi Jani mengatakan, bahwa  pemanfaatan bakteri wolbachia untuk memerangi demam berdarah dengue terus berkelanjutan.

"Dengan adanya evaluasi di Kelurahan Pasanggrahan, terlihat adanya banyak kendala yang menghambat proses pengembangbiakan nyamuk wolbachia ini," kata Ira Dewi Jani pada Rabu 26 Juni 2024.

Menurut ia, berdasarkan hasil monev keempat dari Kelurahan Pasanggrahan telah tercapai 67,5 persen. Namun capaian tersebut, berasal dari empat rukun warga dari 15 rukun warga eksisting.

"Atas data itu, kita akan menambah di empat kelurahan di Kecamatan Ujungberung lainnya yaitu Kelurahan Pasir Endah, Kelurahan Pasir Wangi, Kelurahan Pasir Jati dan Kelurahan Cigending," ucapnya.

Ira mengakui adanya proses yang tidak berjalan dalam penerapan wolbachia di 11 rukun warga, Kelurahan Pasanggrahan. Namun begitu, empat rukun warga lainnya menjadi pondasi penerapan wolbachia.

"Yang berhasil optimal itu di empat rukun warga. Sementara di 11 rukun warga lainnya tidak berhasil, karena memang banyak penolakan. Jadi kita tidak akan meneruskan di wilayah itu," ujar dia.

Sambung ia, implementasi di empat kelurahan lainnya akan dilaksanakan serentak pada bulan ini. Namun masyarakat harus paham dan bersedia menjadi orang tua asuh ember nyamuk berwolbachia. 

"Jadi sekarang mastiin dulu dengan pendataan ortu asuh. Kemarin di empat kelurahan itu baru di angka 65-75 atau sekitar 63,49 persen orang tua asuh yang bersedia. Jadi kami ingin optimalkan dulu," ucapnya.

Pihaknya menambahkan, bahwa nyamuk wolbachia dapat mulai terasa dampak positifnya oleh masyarakat setelah penerapan optimal satu sampai dua tahun yang akan datang. 

"Mungkin nanti ada strategi komunikasi yang baru dengan warga. Kita bisa belajar dari pengalaman supaya lebih sukses. Karena sayang tenaga, waktu, biaya yang dikeluarkan kalau program ini nggak lancar," tandas dia. *** 


Editor : Ahmad Sayuti