Nyamuk Wolbachia Berkembang Baik, Evaluasi Masih Berlangsung
Program pelepasan nyamuk Wolbachia sebagai salah satu upaya penanggulangan demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bandung, menunjukkan perkembangan awal yang cukup positif.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Program pelepasan nyamuk Wolbachia sebagai salah satu upaya penanggulangan demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bandung, menunjukkan perkembangan awal yang cukup positif.
Namun faktor cuaca terutama curah hujan tinggi, menjadi tantangan yang cukup signifikan dalam pelaksanaannya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Anhar Hadian menyampaikan, saat ini program masih dalam tahap evaluasi awal. evaluasi tersebut dilakukan oleh tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Ini baru evaluasi yang pertama. Kami sedang menunggu hasilnya,” kata Anhar Hadian, Kamis 3 Juli 2025.
Ia menjelaskan, proses pengambilan sampel telah dilakukan dan hasilnya diperkirakan akan keluar dalam satu hingga dua hari ke depan.
Meski demikian, berdasarkan pantauan sementara. nyamuk Wolbachia yang dilepaskan menunjukkan kemampuan berkembang biak yang cukup baik di lingkungan perkotaan Bandung.
“Sejauh ini berkembang biak cukup baik,” ucapnya.
Namun, Anhar juga menyoroti kendala utama dalam pelaksanaan program ini yaitu kondisi cuaca yang kerap hujan deras. Hal tersebut berdampak pada keberlangsungan telur nyamuk yang telah dilepaskan ke lingkungan.
“Kadang ember sudah disimpan di tempat yang kita anggap aman, tapi karena percikan hujan. Airnya bisa meluap dan itu ternyata berpengaruh juga terhadap telur-telur tersebut. Kalau terlalu banyak airnya, bisa mengganggu prosesnya,” ujar dia.
Ia menjelaskan, program pelepasan nyamuk Wolbachia merupakan salah satu inovasi berbasis sains untuk menekan angka kasus DBD secara jangka panjang.
Wolbachia adalah bakteri alami yang disuntikkan ke tubuh nyamuk Aedes aegypti, sehingga nyamuk tersebut tidak dapat menularkan virus dengue ke manusia.
"Kami berharap hasil evaluasi yang segera keluar dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai efektivitas program ini, dan menjadi dasar untuk tahap pengembangan selanjutnya," tandasnya. ***
Editor : JakaPermana

