Benarkah Mega Merasa Terancam Setelah Laporkan Ruhut Sitompul? Ini Pengakuannya
Ruhut Sitompul dilaporkan Mega lantaran unggahannya di media sosial Twitter meme Anies Baswedan yang mengenakan baju adat Papua
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH KORAN, Bandung – Pelapor Ruhut Sitompul, Mega atau yang bernama lengkap Petrodes Mega Keliduan membuat cuitan mengagetkan di akun Twitternya.
Mega di akun @MegaPKeliduan tiba-tiba mencuit ucapan jangan mengancamnya. Lantas, apakah ada ancaman terhadapnya.
Diketahui Mega merupakan pelapor Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul atas kasus dugaan rasis yang dilakukan Ruhut.
Baca Juga: 2 Manfaat Menjauhi Maksiat, Ustadz Adi Hidayat: Ambil Cinta Allah
“Jangan ancam saya, karena demi keutuhan bangsa dan negara saya sudah siap. Kawan-kawan, kalau ada apa-apa dengan saya, kawan-kawan sudah tahu siapa pelakunya. Doakan,” kata Mega dikutip dari akun Twitter @MegaPKeliduan, Senin, 23 Mei 2022.
Mega sampai mengataka jika ada sesuatu yang gterjadi kepadanya, dia menyebut bahwa kawannya tahu siapa pelakuknya.
Petrodes Mega Keliduan meminta doa kepada kawan-kawannya itu. Lantas benarkah Mega mendapat ancaman?.
Baca Juga: Ruhut Sitompul ke Mega: Jangan GR
Sebelumnya, Komandan Patriot Revolusi (Kopatrev) Petrodes Mega Keliduan melaporkan Politikus PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul ke Polisi.
Ruhut Sitompul dilaporkan Mega lantaran unggahannya di media sosial Twitter meme Anies Baswedan yang mengenakan baju adat suku Dani, Papua dianggap rasis.
Laporan yang dilakukan Mega terhadap mantan politikus Partai Demokrat itu telah teregister dengan nomor laporan LP/B/2299/SPKT/Polda Metro Jaya pada 11 Mei 2022.
Baca Juga: Sekda Jabar Ajak Waspadai Masalah Kesehatan
"Pelapor selaku pemuda Papua, melaporkan akun @ruhutsitompul ke Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan dikutip dari PMJ News, Kamis, 12 Mei 2022.
Zulpan menyebut, Mega diduga tersinggung dengan postingan Ruhut mengenai meme tersebut yang dinilai rasis.
Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan ini belum bisa berbicara banyak mengenai laporan tersebut. Sebab masih diselidiki lebih lanjut oleh penyidik.
"Laporannya masih diteliti," jelasnya.***
Editor : inilahkoran

