Benarkah SM Kembali Lakukan Sabotase Terhadap Grup Red Velvet?

Grup Red Velvet kembali mendapat perlakuan buruk dari agensi SM Entertainment yang membuat penggemar marah.

Benarkah SM Kembali Lakukan Sabotase Terhadap Grup Red Velvet?
Girl grup Red Velvet.

INILAHKORAN, Bandung - Agensi SM Entertainment kembali kini kembali dikecam oleh penggemar Red Velvet.

Hal ini dilakukan penggemar Red Velvet setelah SM menghapus Video yang sangat populer dari penampilan Grup tersebut di konser SMTOWN Live in Seoul baru-baru ini.

Insiden tersebut telah memicu kembali tuduhan pengabaian dan Perlakuan tidak adil terhadap Red Velvet.

Selama konser ulang tahun ke-30 SM Entertainment, beberapa artis berpartisipasi dalam proyek khusus di mana mereka membawakan lagu-lagu ikonik dari Grup SM lainnya.

Di antara momen-momen yang menonjol dari acara tersebut adalah penampilan Red Velvet membawakan lagu hit Girls' Generation 'Run Devil Run'.

Irene, Seulgi, dan Joy memberikan penampilan menawan yang dengan cepat menarik perhatian di dunia maya.

Para penggemar sangat terkesan dengan bagaimana trio tersebut membawakan energi segar dan sensual ke lagu klasik tersebut sambil memamerkan vokal mereka yang kuat dan penampilan panggung yang matang.

Video penampilan mereka segera dibagikan di berbagai platform media sosial dan situs berbagi Video, dengan satu klip YouTube yang ditonton lebih dari 110.000 kali hanya dalam beberapa jam.

Pujian yang luar biasa itu mencerminkan kegembiraan para penggemar yang jarang melihat sisi Red Velvet yang lebih berani dan seksi. Namun, kegembiraan mereka tidak berlangsung lama.

Video populer itu dihapus karena klaim hak cipta oleh SM Entertainment, yang memicu kemarahan di kalangan penggemar.

Banyak yang menunjukkan bahwa Video serupa yang menampilkan penampilan artis lain dari acara yang sama masih beredar di internet, yang memicu tuduhan bias dan Perlakuan Buruk.

Platform media sosial dengan cepat dibanjiri oleh rasa frustrasi penggemar, dengan unggahan yang menyebut SM mendapatkan ribuan like dan retweet.

Ini bukan pertama kalinya perusahaan tersebut menghadapi kritik atas penanganannya terhadap aktivitas Red Velvet.

Para penggemar berpendapat bahwa tindakan tersebut merusak kesuksesan dan visibilitas Grup tersebut, terutama ketika upaya mereka diakui dan dirayakan oleh khalayak yang lebih luas.

Kontroversi tersebut telah menambah daftar keluhan yang telah diutarakan penggemar tentang Perlakuan Buruk SM terhadap Red Velvet selama bertahun-tahun.***


Editor : Irma Nurfajri