Bencana Alam Awal Tahun, Kabupaten Bogor Rugi Rp 1,5 triliun
Bencana alam banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bogor pada awal Januari tahun 2020 menimpa 128 desa atau kelurahan di 26 kecamatan dengan prakiraan total kerugian sebesar Rp 1.5 triliun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Bencana alam banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bogor pada awal Januari tahun 2020 menimpa 128 desa atau kelurahan di 26 kecamatan dengan prakiraan total kerugian sebesar Rp 1.5 triliun.
Dari prakiraan total kerugian tersebut, paling terdampak adalah di bidang insfrastruktur irigasi sebesar Rp 859 miliar, relokasi sementara Rp416 miliar, rumah Rp 108 miliar, pertanian Rp 78 miliar, jalan Rp 62 miliar, jembatan Rp 23 miliar, jaringan listrik Rp 22 miliar, sekolah Rp 8 miliar dan air bersih Rp 5 miliar.
"Setelah masa tanggap darurat bencana selesai, hari ini kami mengumumkan prakiraan total kerugian akibat bencana alam banjir bandang dan longsor ialah Rp 1,5 triliun, dimana bencana alam tersebutv
telah merusak insfrastruktur irigasi, pertanian, rumah, jembatan, jalan, jaringan listrik, sekolah dan air bersih. Untuk membangun penampungan sementara dan lainnya kami pun telah mengeluarkan biaya sebesar Rp 416 miliar," ujar Komando Tim Tanggap Bencana Letkol (Inf) Harry Eko Sutrisno kepada wartawan di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Sabtu (1/2).

Dia menerangkan sebanyak 18 ruas jalan desa maupun kabupaten mengalami kerusakan, 80 jembatan mengalami rusak berat 2 jembatan mengurangi rusak ringan, 10 masijd mengalami rusak berat 15 masjid mengalami rusak ringan, 5 sekolah mengalami rusak berat 8 sekolah mengalami rusak sedang dan 3 sekolah mengalami rusak ringan.
"Selain insfrastruktur dan fasilitas umum lainnya yang mengalami kerusakan, 1.520 hektare sawah mengalami kerusakan, 1.092 rumah mengalami rusak berat, 1 625 mengalami rusak sedang dan 1.334 rumah mengalami rusak ringan. Daerah paling terdampak bencana alam ialah Kecamatan Sukajaya, Cigudeg, Nanngung dan Jasinga," terangnya.
Selain kerugian materil, sejumlah nyawa pun melayang akibat terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor. Dimana saat bencana alam 11 orang meninggal dunia dan 7 orang lainnya meninggal dunia pasca bencana alam.
"Selain ada korban bencana alam yang meninggal dunia, korban lainnya pun saat ini masih banyak yang mengungsi dan dari awalnya ada 20 ribuan jiwa, saat ini jumlah pengungsi tersisa ada 14.010 jiwa. Di Kecamatan Sukajaya ada 9.926 jiwa, Kecamatan Nanggung ada 1.321 jiwa, Kecamatan Cigudeh ada 922 jiwa dan di Kecamatan Jasinga ada 44 jiwa," tutur Harry.
Untuk menanggulagi kejadian bencana alam banjir bandang dan longsor ini, 933 orang personil TNI, 382 orang personil Polri, 449 orang personil dari Pemkab Bogor dan 1.329 orang relawan pun terjun bahu membahu.

"Berkat kerjasama semua pihak dan juga bantuan pumerintah pusat, beberapa desa yang awalnya terisolir pun sudah bisa diakses dengan kendaraan roda empat. Hingga saat ini hanya jalan gang saja yang belum bisa diakses karena perbaikannya jalannya tidak bisa diakses alat berat hingga perbaikannya harus dikerjakan secara manual," jelasnya.
Harry melanjutkan akibat ada beberapa akses jalan kecil atau kampung yang belum bisa dilalui kendaraan, sejumlah rumah di kampung tersebut pun belum lagi teraliri listrik.
"Hingga sejauh ini PLN sudah memperbaiki 607 gardu dengan jumlah pelanggan 133.214 yang sudah teraliri listrik, sementara 18 gardu dan 2.190 pelanggan lainnya belum teraliri lagi listriknya. PLN pun terus berupaya melakukan perbaikan teknis gardu ini sambil menunggu jalab yang terputus selesai diperbaiki," lanjut Harry. (Reza Zurifwan)
Editor : JakaPermana

