Bencana di Nanggerang Diduga karena Proyek Perumahan, Rudy Susmanto Bakal Ontrog
Bupati Bogor Rudy Susmanto pun akan meninjau langsung ke lokasi kejadian bencana longsor dan pergeseran tanah di Kampung Nanggerang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - bencana pergeseran tanah dan longsor di Kampung Nanggerang, Desa Pabuaran, Sukamakmur, Kabupaten Bogor diduga akibat pembangunan perumahan. Bupati Rudy Susmanto akan langsung ontrog lokasi kejadian.
Diketahui, pergeseran tanah dan longsor terjadi di Kampung Nanggerang yang jaraknya hanya 50 meter dari lokasi tempat pembangunan kavling perumahan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto pun akan meninjau langsung ke lokasi kejadian, dimana ia dan jajaran akan melakukan pengecekan perizinan perumahan tersebut.
"Kami segera meninjau langsung karena ada dugaan (perumahan tersebut) tidak berizin atau tidak sesuai perizinannya, hingga terjadi kelalaian dan menjadi penyebab bencana pergeseran tanah atau tanah longsor," kata Rudy Susmanto kepada wartawan, Minggu 1 Februari 2026.
Rudy Susmanto menerangkan, jika dugaan perumahan tersebut tidak berizin atau tidak sesuai perizinannya, maka Pemkab Bogor akan menutupnya.
"Masih di wilayah timur, kami juga menginventarisir beberapa pengembangan perumahan, personil Dinas Pertanahan dan Tata Ruang serta Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Kabupaten Bogor juga masih di 'lapangan'," terangnya.
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, setidaknya 60 keluarga warga Kampung Nanggerang Rt 03 Rw 02, Desa Pabuaran, Sukamakmur diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman.
Sebanyak 20 unit rumah di Kampung Nanggerang mengalami rusak berat, 8 unit rumah mengalami rusak sedang, 10 unit rumah mengalami rusak ringan dan 22 unit rumab lainnya terancam bencana tanah longsor atau pergeseran tanah.
Mereka selama 6 bulan, mendapatkan bantuan uang sewa kontrakan dengan estimasi biaya sewa perbulan Rp 750 ribu.
Hal itu karena Pemkab Bogor khawatir, bakal ada bencana pergerseran tanah atau tanah longsor susulan, apalagi Kabupaten Bogor masih berpotensi terdampak cuaca ekstrem.***
Editor : Bsafaat

