Bencana Pergerakan Tanah di Cihampelas Kian Meluas, 30 Rumah Warga dan Satu Bangunan PAUD Rusak
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat sebanyak 30 rumah warga rusak akibat terdampak bencana tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Bencana pergerakan tanah kembali terjadi di wilayah Bandung Barat, tepatnya Kampung Cicapar dan Patrol RW 05 dan 06, Desa Situwangi, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Tak cuma itu, bencana pergerakan tanah itu pun kian meluas. Bahkan, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat sebanyak 30 rumah warga rusak akibat terdampak bencana tersebut.
BPBD KBB merinci kategori rumah warga yang rusak, yakni 10 rusak ringan, 10 rumah rusak sedang, 10 rusak berat. Selain rumah, terdapat pula satu fasilitas pendidikan PAUD rusak diterjang bencana tanah bergerak.
"Kita sudah asesmen ke lokasi pada Jumat kemarin, total ada 30 rumah rusak. Ditambah 1 bangunan PAUD," kata Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Meidi saat dihubungi, Sabtu 15 Maret 2025.
Meidi menjelaskan, bencana pergerakan tanah di Desa Situwangi sudah terjadi sejak awal tahun 2002. Menurutnya, pergerakan tanah tersebut membuat bangunan warga mengalami retak hingga sebagian rumah condong beberapa derajat.
Selain itu, rumah warga di bagian depan kamar dan ruang tengah kerap muncul pula retakan memanjang dengan lebar antara lebar 3-7 centimeter.
"Awalnya hanya satu dua rumah yang terdampak. Tapi beberapa pekan ini meluas karena curah hujan yang deras," jelas Meidi.
Dikatakan Meidi, kondisi tersebut membuat pemilik rumah khawatir akan potensi bangunan ambruk, sehingga terpaksa mengambil opsi mengungsi ke rumah kerabat.
BPBD juga telah merekomendasikan bagi pemilik rumah dengan kerusakan berat segera mengungsi ke tempat aman.
"Kita sudah dengan aparat kewilayahan untuk menyalurkan kebutuhan logistik. Yang mendesak sepertinya sembako dan kasur, jadi kita segera salurkan," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Firda Rachmawati

