Berada di Grup B Shopee Cup 2026, Persib Tingkatkan Kualitas Skuat
Berada di grup kuat atau neraka, yakni grup B ACC Shopee Cup Persib bertekad memperkuat kedalaman skuatnya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Persib menunjukan keseriusannya tampil di ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup 2026/2027 yang akan digelar Agustus 2026.
Apalagi Persib berada di Grup B yang dianggap sebagai grup neraka. Tim berjulukan Maung Bandung ini satu grup dengan Port FC (Thailand), Johor Darul Ta'zim FC (Malaysia), Lion City Sailors FC (Singapura), Cong An Ha Noi FC (Vietnam), PKR Svay Rieng FC (Kamboja) dan Winner Playoff 2.
Seperti diketahui, JDT merupakan juara di Liga Malaysia. Begitu juga Lion City Sailors FC juara liga Singapura, Cong An Ha Noi FC sebagai juara liga Vietnam, Svay Rieng FC merupakan juara liga Kamboja dan Port FC runner up Liga Thailand.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan memastikan timnya ketagihan bermain di Asia. Termasuk menghadapi Shopee Cup 2026/2027 ini.
“Jadi kita pengen main terus di Asia lah dan kita penasaran bakal ada kompetisi banyak hal apa yang akan kita hadapi di musim depan. Tapi persiapan untuk (Shopee Cup) ini juga lagi dipersiapkan, tim kita pasti lebih gemuk juga, secara jumlah dan secara kualitas juga pasti kita akan (tingkatkan),” ujar Adhitia, Jumat (5/6/2026).
Adhitia membenarkan Persib akan menghadapi Port FC dan Lion City Sailors FC. Dua tim ini pernah menjadi lawannya di AFC Champions League (ACL) Two pada musim lalu.
“Yang pertama mah jodoh aja ya, sama Lion City Sailors tiap tahun ketemu terus gitu ya. Mau bilang bosan lah nggak boleh ya. Tapi yang pasti tiap tahun kan setiap tim juga berbenah ya,” katanya.
Karena itu, dia memastikan Persib akan bermain maksimal di Shopee Cup 2026/2027 ini. Sebab ia yakin seluruh tim peserta juga saling berbenah.
“Secara tim mereka udah improve, Port juga sama, Lion City juga sama. Pelatih juga baru kan Lion City, jadi kita rasa apa yang kita dapat di beberapa musim sebelumnya enggak bisa jadi acuan. Kita mesti evaluasi lagi lah,” tegasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

