INILAH, Bogor - Berkat sering juara di festival kopi tingkat nasional, bahkan internasional, kehidupan para petani kopi pun meningkat kesejahterannya. Tak sedikit mereka yang dulu hanya menjadi petani kini profesinya bertambah menjadi pengusaha kedai kopi.
Jumpono, petani kopi asal Cibulao, Desa Tugu Utara, Cisarua Kabupaten Bogor, mengatakan dulu sebelum Kopi Robusta Cibulao juara tingkat nasional di Kabupaten Gayo, Daerah Istimewa Aceh, mereka menjual kopinya Rp15 ribu perkilogram. Dengan menjadi juara, saat ini harga Kopi Robusta Cibulao seharga Rp 60 ribu perkilogram.
“Harga kopi naik drastis dengan menjadi juara di festival kopi. Saat ini Kopi Robusta Cibulao dijual dengan harga Rp60 ribu perkilogram, sedangkan Kopi Arabika Cibulao dijual dengan harga Rp120 ribu perkilogram. Kami bisa juara di festival kopi karena sebelumnya ada pelatihan dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun),” kata Jumpono kepada wartawan, Jumat (22/3/2019).
Dia menerangkan selain dilatih cara memanen kopi yang benar, Distanhorbun juga memberikan pelatihan pasca panen, cara pengemasan produk, marketing hingga bantuan alat-alat untuk usaha kedai kopi.
“Berkat bantuan alat untuk usaha kopi seharga Rp50 juta pada tahun 2017 lalu, saya saat ini tidak hanya berprofesi sebagai petani tetapi juga pengusaha kedai kopi , bagi pecinta kopi bisa kunjungi stand kami di Rumah Makan Rindu Alam Puncak,” terangnya.
Petani kopi di Gunung Batu, Kecamatan Sukamakmur Andika juga terkena efek positif dari populernya Kopi Bogor. Efek itu berupa meningkatnya pundi-pundi uangnya yang bersumber dari penjualan kopi di kafe Ki Dalang Coffe Farmer and Brewers.
“Sudah setahun ini kami membuka kafe Ki Dalang Coffe Farmer and Brewers yang tidak hanya menjual Kopi Robusta Gunung Batu tetapi juga kopi-kopi dari daerah lain. Populernya Kopi Bogor ini bahkan membuat saya bisa pergi ke Belanda untuk mengikuti Festival Kopi tingkat dunia,” tutur Andika.