INILAH, Bandung - Bank Indonesia (BI) menilai kopi Jabar merupakan salah satu komoditas unggulan yang harus dikembangkan.
Untuk itu, melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) lembaga bank sentral itu memberikan bantuan berupa sarana pendukung pengolahan kopi kepada petani di lima kabupaten penghasil biji kopi.
Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengatakan, kopi merupakan komoditas strategis yang membutuhkan dukungan sinergis untuk berkembang. Apalagi, biji kopi asal Tatar Priangan ini memiliki kualitas ekspor. Bantuan sarana pendukung pengolahan kopi itu diberikan kepada para petani di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan
Kabupaten Sumedang.
"Bantuan ini merupakan kontribusi nyata BI terhadap kemajuan perekonomian Tanah Air. Hingga 2023 mendatang, BI akan terus
mendorong ekspor komoditas Jabar salah satunya kopi," kata Rosmaya saat penyerahan bantuan PSBI di Pangalengan, Ahad
(9/12).
Menurutnya, pemberian bantuan ini sesuai dengan pendekatan pengembangan potensi lokal dengan skema kluster. Tak hanya
berhenti di pemberian mesin roasting dan sarana pendukung lainnya, dia mengaku pihaknya akan memberikan paket pendampingan
hingga penerima bantuan menghasilkan output yang layak ekspor.
Bantuan lain yang diberikan, yakni akses pasar. Belum lama ini, Kopi Malabar dari Pangalengan dibawa ke London. Itu
diakuinya sebagai gerbang untuk menembus pasar Eropa. Sejauh ini, kopi Jabar hanya diekspor ke Thailand, Jepang, dan
Taiwan.
"Selain itu, kita pun memberikan sinergitas hingga mendorong pembiayaan melalui keuangan syariah. Karena pembiayaan itu
tak hanya berasal dari lembaga perbankan, namun pembiayaan itu bisa didapatkan dari wakaf dan zakat," ujarnya.
Dia menuturkan, saat ini pihaknya menggenjot pemberdayaan ekonomi syariah di Tanah Air. Dengan potensi yang dimiliki,
Jabar bisa menjadi poros pemberdayaan ekonomi syariah nasional. Dengan populasi terbanyak nasional mencapai 46,5 juta,
mayoritas 98% penduduk muslim memiliki peranan penting dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar Doni P Joewono menyebutkan provinsi ini memiliki 98 industri olahan
kopi. Sebanyak 23 ribu tenaga kerja terserap di industri komoditas kopi.
"Bantuan yang kita berikan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kopi agar sesuai dengan standar kuantitas dan
kualitas ekspor. Apalagi berdasarkan penilaian dari lembaga yang berkompeten, kopi Jabar ini nilainya di atas 80 artinya
termasuk speciality coffee," sebutnya.